Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Whoosh Laris Manis! 70 Ribu Tiket Ludes di Momen Libur Panjang

2026-01-18 | 19:44 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-18T12:44:01Z
Ruang Iklan

Whoosh Laris Manis! 70 Ribu Tiket Ludes di Momen Libur Panjang

Lonjakan signifikan terjadi pada penggunaan Kereta Cepat Whoosh selama libur panjang akhir pekan Isra Miraj 16-18 Januari 2026, dengan total 70.000 tiket habis terjual hingga Minggu, 18 Januari 2026, mengkonfirmasi posisi Whoosh sebagai pilihan transportasi utama bagi masyarakat. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat puncak arus balik didominasi penumpang dari Bandung menuju Jakarta pada Minggu tersebut, mengindikasikan efektivitas layanan Whoosh dalam memfasilitasi mobilitas komuter dan wisatawan.

Tingginya antusiasme terlihat sejak awal periode libur, di mana pada Kamis, 15 Januari 2026, penjualan tiket Whoosh mencapai 20.865 unit untuk berbagai tujuan, meningkat dari rata-rata hari biasa. Hingga Jumat siang, 16 Januari 2026, sekitar 15.000 tiket Whoosh telah ludes terjual untuk keberangkatan pagi hingga siang hari, dengan okupansi rata-rata mencapai 70 persen untuk perjalanan sore. General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan bahwa minat masyarakat yang tinggi ini didorong oleh kemudahan akses, kecepatan perjalanan, serta adanya promo tarif khusus pada momen libur nasional. Promo Isra Miraj 2026 menawarkan tarif mulai dari Rp200.000 untuk relasi Bandung-Jakarta dan Rp225.000 untuk relasi Jakarta-Bandung, memberikan penghematan hingga 43 persen dibandingkan tarif normal, dengan sekitar 11.000 tiket promo terjual selama periode ini.

Sejak dioperasikan secara komersial pada 17 Oktober 2023, Whoosh telah melayani lebih dari 5,4 juta penumpang hingga Oktober 2024, menunjukkan penerimaan publik yang kuat terhadap moda transportasi modern ini. Data Semester I 2025 mencatat total 2.936.599 penumpang telah dilayani, meningkat 10% dari periode yang sama tahun sebelumnya, dengan rata-rata harian mencapai 24.000-25.000 penumpang selama libur panjang. Angka ini melampaui rata-rata harian pada hari biasa yang berkisar 16.000-18.000 penumpang, meskipun masih di bawah proyeksi awal 31.000 hingga 40.000 penumpang per hari. KCIC secara konsisten berupaya memperluas jangkauan layanan, termasuk dengan beroperasinya Stasiun Karawang secara penuh pada tahun 2025, yang rata-rata melayani 1.000 hingga 2.000 penumpang per hari, serta penambahan jadwal perjalanan dari 48 menjadi 62 perjalanan per hari.

Kehadiran Whoosh telah memberikan dampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan perekonomian di koridor Jakarta-Bandung. Survei pada Semester I 2024 menunjukkan 44% penumpang Whoosh melakukan perjalanan untuk tujuan wisata, liburan, atau kegiatan keluarga, menggarisbawahi peran strategis kereta cepat dalam mempromosikan destinasi wisata di Indonesia. Kerjasama dengan berbagai destinasi wisata di Bandung Raya, seperti Dusun Bambu dan Floating Market, telah meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan, dengan beberapa destinasi mencatat kenaikan jumlah pengunjung hingga 5 kali lipat. Penjabat Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono, optimistis bahwa Whoosh akan mendongkrak perekonomian dan pariwisata di Jawa Barat, khususnya pada sektor UMKM dan kuliner. Studi dari Pusat Pengujian, Pengukuran, Pelatihan, Observasi dan Layanan Rekayasa Universitas Indonesia juga mengindikasikan potensi penghematan triliunan rupiah dari Whoosh melalui pengurangan biaya kecelakaan, perbaikan infrastruktur, emisi kendaraan, dan bahan bakar. Peningkatan konektivitas yang ditawarkan Whoosh juga berpotensi menekan emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi dan mendukung pertumbuhan kawasan ekonomi di sepanjang jalurnya.

Kendati proyek ini menghadapi tantangan terkait pembengkakan biaya dan skema pendanaan sejak awal, kinerja operasional Whoosh yang terus menunjukkan peningkatan jumlah penumpang, terutama selama periode liburan, memperkuat posisinya sebagai tulang punggung infrastruktur transportasi modern. Upaya KCIC untuk terus mengoptimalkan fasilitas, layanan stasiun, dan pengaturan perjalanan memastikan keamanan serta kenyamanan bagi seluruh penumpang, meskipun di tengah kondisi cuaca ekstrem. Integrasi dengan moda transportasi lain seperti KA Feeder dari Stasiun Padalarang juga berperan penting dalam mendukung kelancaran arus penumpang, mengurangi potensi kemacetan di jalan raya. Dengan pengembangan kawasan stasiun yang disertai jaringan transportasi pengumpan yang efisien dan tata guna lahan yang adaptif, Whoosh berpotensi memberikan manfaat ruang yang signifikan bagi masyarakat di sekitarnya di masa mendatang.