Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Treasure Global Investments Lakukan Divestasi Jumbo 18,19 Miliar Saham BUMI

2026-01-21 | 18:13 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-21T11:13:58Z
Ruang Iklan

Treasure Global Investments Lakukan Divestasi Jumbo 18,19 Miliar Saham BUMI

Treasure Global Investments Limited, entitas yang terafiliasi dengan Grup Salim, secara signifikan mengurangi kepemilikannya di PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan menjual 18,19 miliar saham pada Senin, 19 Januari 2026. Transaksi penjualan jumbo senilai total Rp 6,91 triliun ini dilakukan di harga Rp 380 per saham, dan menyebabkan porsi kepemilikan Treasure Global Investments anjlok dari 8,08% menjadi hanya 3,18% dari total modal disetor BUMI. Penjualan ini mengubah peta struktur kepemilikan saham emiten tambang batu bara tersebut secara material.

Divestasi ini, yang dikategorikan sebagai "restrukturisasi pemegang saham," tercatat melalui pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia, dengan transaksi crossing yang melibatkan broker Ina Sekuritas Indonesia, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Grup Salim. Sebelum transaksi ini, Treasure Global Investments Limited memiliki 30 miliar saham BUMI. Setelah penjualan, sisa kepemilikan turun menjadi 11,80 miliar saham. Harga transaksi Rp 380 per saham berada di bawah rentang harga pasar reguler BUMI pada hari yang sama, yang bergerak antara Rp 390 hingga Rp 412 per saham. Hal ini menunjukkan adanya kesepakatan strategis di luar fluktuasi pasar reguler.

Kepemilikan Grup Salim di BUMI menguat secara signifikan pada Oktober 2022 melalui skema private placement, di mana Mach Energy Limited (MEL) dan Treasure Global Investments Limited (TGIL) menyuntikkan dana hingga Rp 24 triliun. MEL mengambil 85% dari saham yang dilepas BUMI saat itu, sementara TGIL mengambil 15% sisanya. Struktur kepemilikan TGIL sendiri mayoritas, yaitu 83,85%, dikendalikan oleh Mach Energy Pte Ltd yang terafiliasi dengan Anthoni Salim, sementara 16,15% dipegang oleh PT Aswana Pinasthika Investasi yang dikendalikan oleh Agoes Projosasmito. Dengan demikian, aksi penjualan ini dapat diinterpretasikan sebagai reposisi internal dalam kelompok pengendalian BUMI yang melibatkan Grup Bakrie dan Grup Salim.

Di tengah aksi divestasi oleh Treasure Global Investments, saham BUMI mengalami tekanan jual, terkoreksi lebih dari 5% pada perdagangan Rabu, 21 Januari 2026, dengan penurunan 6,28% ke level Rp 388. Sejak awal pekan, saham BUMI telah menunjukkan tren penurunan, dengan koreksi 16,38% dari harga tertinggi tahun ini. Penjualan saham dalam jumlah besar ini berkontribusi pada volatilitas pasar, karena pasar perlu menyerap suplai saham tambahan yang masuk.

Aksi ini mengikuti tren divestasi dari investor besar lainnya. Sebelumnya, Chengdong Investment Corporation, investor kakap asal Tiongkok, juga telah mengurangi kepemilikannya di BUMI secara bertahap sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Chengdong melepas sekitar 3,7 miliar saham, membuat porsi kepemilikannya turun di bawah 5%, dari 5,99% menjadi 4,99%. Fenomena dua investor institusional besar yang mengurangi kepemilikan secara substansial dalam waktu berdekatan mengindikasikan adanya pergeseran strategi portofolio atau konsolidasi kepentingan dalam struktur pemegang saham BUMI. Mach Energy (Hongkong) Limited masih menjadi pemegang saham terbesar BUMI dengan kepemilikan 45,78% atau 170 miliar saham. Implikasi jangka panjang dari restrukturisasi pemegang saham ini dapat meliputi potensi perubahan dalam arah strategis korporasi BUMI, terutama mengingat upaya diversifikasi bisnis ke mineral yang sedang berjalan di tengah fluktuasi harga komoditas batu bara global.