Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Transformasi Tol Terpeka: Siap Jadi Pendaratan Darurat Pesawat

2026-01-18 | 05:21 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T22:21:20Z
Ruang Iklan

Transformasi Tol Terpeka: Siap Jadi Pendaratan Darurat Pesawat

PT Hutama Karya (Persero) tengah mempersiapkan ruas Jalan Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung (Terpeka), bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS), untuk berfungsi sebagai landasan darurat pesawat. Pekerjaan konstruksi ini berlangsung dari 14 hingga 31 Januari 2026, berlokasi di KM 228+300 hingga KM 231+200, sepanjang sekitar 3 kilometer. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya peningkatan keselamatan dan kesiapsiagaan layanan di JTTS, menyiapkan infrastruktur multifungsi yang dapat menunjang operasi darurat, termasuk pendaratan pesawat dalam kondisi tertentu.

Pihak Hutama Karya mengonfirmasi bahwa penyiapan landasan darurat ini menindaklanjuti permintaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), meskipun detail alasan dan tujuan lebih lanjut masih menunggu tanggapan resmi dari Kementerian PUPR. Selama periode pengerjaan, Hutama Karya telah menerapkan pengaturan lalu lintas untuk meminimalkan gangguan bagi pengguna jalan dan mengimbau pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rambu lalu lintas, menjaga jarak aman, serta menyesuaikan kecepatan kendaraan.

Gagasan jalan tol yang juga berfungsi sebagai landasan darurat bukanlah hal baru di Indonesia. Jalan Tol Jagorawi, tol pertama di Indonesia yang diresmikan pada tahun 1978, sejak awal dirancang dengan dua fungsi: sipil dan militer. Menurut Ketua Divisi Edukasi dan Pemberdayaan Indonesia Toll Road Watch, Alexander Pratomo, Tol Jagorawi dibangun agar bisa digunakan sebagai landasan pacu darurat bagi pesawat, termasuk pesawat tempur, jika terjadi kondisi darurat seperti perang atau bandara utama tidak dapat diakses. Profil jalan yang relatif lurus dan proses pengerasan intensif setiap 20 cm saat pembangunan mendukung kapasitasnya sebagai landasan pacu.

Selain itu, beberapa ruas jalan tol di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur, juga direncanakan memiliki fungsi ganda sebagai landasan pacu darurat pesawat. Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Nusantara, Danis Sumadilaga, menyatakan bahwa sebagian Jalan Tol Akses IKN Seksi 6A dan 6B sepanjang 3 kilometer didesain sebagai landasan pacu untuk kondisi darurat. Danis menegaskan bahwa ini bukan landasan pacu darurat permanen, melainkan jalan tol yang dapat diubah fungsinya menjadi landasan pacu pesawat dalam situasi tertentu.

Implikasi dari penyiapan Tol Terpeka sebagai landasan darurat pesawat sangat luas. Dari perspektif keamanan penerbangan, langkah ini meningkatkan resiliensi infrastruktur nasional dalam menghadapi situasi krisis. Potensi pendaratan darurat pesawat dapat diakomodasi lebih baik di wilayah yang mungkin jauh dari bandar udara konvensional, mengurangi risiko kecelakaan dan kerugian jiwa. Untuk masyarakat, meskipun ada potensi gangguan lalu lintas minor selama pekerjaan penyiapan, manfaat jangka panjang dalam kesiapsiagaan bencana dan darurat transportasi udara dapat memberikan rasa aman yang lebih besar. Pendekatan multifungsi pada infrastruktur jalan tol ini mencerminkan strategi pemerintah untuk mengoptimalkan aset vital negara guna mendukung stabilitas dan keamanan nasional. Ke depan, ini dapat menjadi model bagi pembangunan ruas tol lain di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah strategis atau rawan bencana.