Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Stasiun Jatake Resmi Beroperasi Penuh Penghujung Bulan Ini

2026-01-23 | 06:58 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-22T23:58:08Z
Ruang Iklan

Stasiun Jatake Resmi Beroperasi Penuh Penghujung Bulan Ini

PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan memulai operasional Stasiun Jatake di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, pada akhir Januari 2026, memperkuat layanan Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung dalam upaya meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat penyangga Jakarta. Stasiun baru ini dirancang untuk melayani hingga 20.000 penumpang per hari, menargetkan kebutuhan transportasi massal yang terus meningkat di wilayah dengan dinamika ekonomi dan demografi yang tinggi. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan transportasi massal sangat berkaitan dengan karakter demografi dan struktur aktivitas ekonomi Kabupaten Tangerang.

Kabupaten Tangerang, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Januari 2026, dihuni sekitar 3,46 juta jiwa, dengan 67,82 persen penduduknya berada pada usia produktif (15–59 tahun). Komposisi demografi ini mendorong pola mobilitas harian yang tinggi, terutama bagi pekerja dan pelaku usaha yang beraktivitas lintas wilayah menuju Jakarta. Dari sisi ekonomi, Kabupaten Tangerang merupakan salah satu penggerak utama aktivitas kawasan metropolitan, dengan sektor Industri Pengolahan menjadi kontributor terbesar perekonomian sebesar 33,74 persen, diikuti Konstruksi 16,36 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor 11,35 persen pada tahun 2024. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kabupaten Tangerang pada 2024 tercatat Rp54,73 juta (angka sangat sementara), menandakan skala aktivitas ekonomi yang besar serta kebutuhan konektivitas yang andal.

Tren peningkatan jumlah pengguna Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung mencerminkan kebutuhan ini. Pada tahun 2018, jumlah pengguna tercatat 54,17 juta orang, meningkat menjadi 55,63 juta orang pada 2019, dan pada 2025, angka tersebut melonjak hingga 77,55 juta penumpang, meskipun sempat terdampak pandemi COVID-19. Kehadiran Stasiun Jatake diproyeksikan memperpendek akses dari kantong-kantong permukiman dan kegiatan di Pagedangan dan sekitarnya, sehingga mendukung kelancaran aktivitas perdagangan dan produktivitas ekonomi harian.

Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land) dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), tanpa ketergantungan pada APBN. Progres pembangunannya telah mencapai 98,56 persen hingga akhir November 2025. Berdiri di atas lahan seluas 2.435 meter persegi, stasiun ini memiliki bangunan tiga lantai dan dirancang untuk melayani hingga 20.000 penumpang per hari. Area parkir kendaraan roda dua, roda empat, dan sepeda telah disiapkan, serta tersedia lahan pengembangan lanjutan seluas sekitar 4.000 meter persegi untuk mendukung integrasi antarmoda. Dari sisi desain, Stasiun Jatake mengusung konsep modern tropis dengan sirkulasi udara alami di area publik dan pemanfaatan panel surya untuk efisiensi energi, menjadikannya tidak hanya fungsional tetapi juga adaptif terhadap kenyamanan pelanggan dan ramah lingkungan.

Saat ini, Stasiun Jatake memasuki tahap uji fungsi dan simulasi operasional bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan kesiapan layanan memenuhi standar sebelum stasiun resmi beroperasi. Dengan beroperasinya Stasiun Jatake, jumlah pemberhentian KRL di rute Tanah Abang–Rangkasbitung akan bertambah menjadi 19 stasiun. Anne Purba optimistis kehadiran stasiun ini akan meningkatkan efisiensi mobilitas dan produktivitas masyarakat secara berkelanjutan, serta memperkuat jaringan layanan Commuter Line dan mendukung pergerakan ekonomi masyarakat Kabupaten Tangerang sebagai wilayah penyangga Jakarta. Stasiun ini juga akan memperkuat pilihan tinggal di kawasan hunian penyangga yang lebih terjangkau dibandingkan pusat kota Jakarta bagi pekerja formal, tanpa mengorbankan kepastian perjalanan.