Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Revolusi Kripto Vietnam: Lisensi Bursa Dibuka, Bank Besar Berebut Pasar

2026-01-22 | 15:04 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-22T08:04:10Z
Ruang Iklan

Revolusi Kripto Vietnam: Lisensi Bursa Dibuka, Bank Besar Berebut Pasar

Vietnam secara resmi telah membuka penerimaan aplikasi lisensi untuk bursa aset kripto mulai 20 Januari, menandai langkah signifikan pemerintah dalam mengatur sektor yang sebelumnya beroperasi di zona abu-abu hukum. Perusahaan-perusahaan yang ingin mengoperasikan layanan perdagangan aset kripto harus memenuhi persyaratan ketat, termasuk modal disetor minimal 10 triliun Dong Vietnam (sekitar 380-400 juta dolar AS), dengan setidaknya 65% modal disumbangkan oleh pemegang saham institusi seperti bank dan perusahaan sekuritas. Kebijakan ini menyusul Resolusi Pemerintah No. 05/2025/NQ-CP yang dikeluarkan pada September 2025, yang menetapkan kerangka kerja pilot lima tahun untuk bursa aset kripto, serta berlandaskan pada Undang-Undang Industri Teknologi Digital yang disahkan pada Juni 2025 dan mulai berlaku 1 Januari 2026, yang mengakui aset digital sebagai kategori properti yang sah.

Pengakuan hukum ini mengakhiri ambiguitas yang telah lama menyelimuti aktivitas kripto di Vietnam. Sebelumnya, meskipun perdagangan atau pengembangan aset digital tidak secara tegas dilarang, ketiadaan kerangka regulasi menciptakan ketidakpastian bagi pengembang, investor, dan lembaga hukum. Undang-Undang Teknologi Digital secara resmi mengakui aset kripto, NFT, dan mata uang virtual di bawah kerangka hukumnya, memberikan kejelasan untuk perpajakan, hak kepemilikan, dan keberlakuan kontrak pintar. Pergeseran ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Vietnam untuk memposisikan diri sebagai pemimpin regional dalam inovasi blockchain dan digital.

Seiring dengan pembukaan lisensi, sekitar 10 perusahaan sekuritas dan bank besar telah menyatakan kesiapan mereka untuk memasuki pasar aset kripto setelah mendapatkan lisensi dari regulator. Di antaranya, SSI Securities telah mendirikan SSI Digital (SSID) dan menjalin kemitraan strategis dengan Tether, U2U Network, dan Amazon Web Services untuk mengembangkan ekosistem keuangan digital. VIX Securities juga telah berinvestasi dalam pendirian VIX Digital Asset Exchange (VIXEX) dan bekerja sama dengan FPT untuk infrastruktur teknologinya. Sementara itu, Military Bank (MB) telah bekerja sama secara teknis dengan Dunamu, operator bursa kripto terbesar Korea Selatan, Upbit, dengan tujuan mendirikan bursa aset kripto di Vietnam. Techcombank juga telah menyiapkan bursa aset digital TCEX dengan modal dasar triliunan dong, dan cabang sekuritasnya, TCBS, bahkan telah mengintegrasikan aset kripto ke dalam papan harganya untuk melacak mata uang kripto utama. VPBank juga menyatakan telah menyiapkan sumber daya untuk meluncurkan operasi setelah disetujui regulator.

Pasar kripto Vietnam menunjukkan pertumbuhan yang substansial. Nilai pasar aset kripto Vietnam telah melampaui 220 miliar dolar AS, meningkat 55% dalam 12 bulan terakhir (Juli 2024 hingga Juni 2025), menempatkan Vietnam sebagai negara terbesar ketiga di Asia-Pasifik dalam hal ukuran pasar kripto. Chainalysis mencatat bahwa nilai transaksi mata uang kripto di Vietnam diperkirakan antara 220 miliar hingga 230 miliar dolar AS dari Juli 2024 hingga Juni 2025, dengan rata-rata lebih dari 600 juta dolar AS per hari, menjadikan Vietnam salah satu dari tiga pasar kripto terbesar di kawasan Asia-Pasifik, di belakang India dan Korea Selatan. Pertumbuhan ini menandakan pergeseran pasar dari fase spekulatif menjadi fase pengembangan yang lebih matang dan berkelanjutan.

Persyaratan modal disetor minimal VND 10 triliun (sekitar 380-400 juta dolar AS) merupakan salah satu yang tertinggi di kawasan ini, menandakan pendekatan hati-hati namun ambisius dari pemerintah Vietnam. Persyaratan ini mengindikasikan bahwa hanya perusahaan-perusahaan dengan kapitalisasi yang kuat yang dapat beroperasi di pasar ini, yang diharapkan dapat meminimalkan risiko spekulatif dan platform yang tidak diatur. Menurut Dang Nguyet Minh, kepala riset di Dragon Capital, skema lisensi percobaan ini merupakan langkah penting dalam memandu perkembangan pasar, diharapkan dapat mengekang risiko spekulatif, mengendalikan platform yang tidak diatur, dan secara bertahap memposisikan Vietnam sebagai pusat aset kripto yang terkelola di Asia. Kerangka kerja ini juga memperkenalkan aturan rinci yang mengatur partisipasi investor dan arus kas, di mana semua investor harus membuka akun perdagangan dengan penyedia layanan berlisensi.

Keputusan ini secara fundamental mengubah lanskap aset digital di Vietnam, membawanya dari yurisdiksi yang secara historis skeptis terhadap mata uang kripto—di mana penggunaannya sebagai alat pembayaran ilegal dan dapat dikenakan denda—menjadi pasar yang diatur secara formal. Kerangka kerja percontohan lima tahun ini memberikan ruang bagi pembuat kebijakan untuk menyesuaikan aturan seiring dengan evolusi pasar, sejalan dengan standar anti-pencucian uang dan kepatuhan keuangan internasional. Implikasi jangka panjangnya mencakup peningkatan kepercayaan investor, masuknya modal institusional yang lebih besar, dan potensi Vietnam untuk menjadi pusat inovasi blockchain di Asia Tenggara. Namun, keberhasilan implementasi dan adaptasi terhadap dinamika pasar global akan menjadi kunci dalam menentukan dampak penuh dari kebijakan ambisius ini.