:strip_icc()/kly-media-production/medias/3893146/original/099183700_1641196873-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-3.jpg)
PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) akan menghimpun dana segar maksimal Rp3,25 triliun melalui penerbitan Obligasi Wajib Konversi (OWK) dalam skema Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue. Aksi korporasi ini bertujuan utama untuk melunasi kewajiban pembayaran entitas anak terkait akuisisi dua perusahaan pertambangan nikel, dengan mayoritas dana dialokasikan untuk penyetoran modal dan pinjaman kepada anak usaha.
Perseroan berencana menerbitkan hingga 32.586.939.356 unit OWK, dengan setiap unit memiliki nilai nominal Rp10 dan harga pelaksanaan Rp100. Setiap pemegang lima saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 13 Januari 2026 berhak memperoleh 102 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), di mana setiap satu HMETD memberikan hak untuk membeli satu OWK. Periode cum HMETD di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 9 Januari 2026, dengan ex date pasar tunai pada 14 Januari 2026. OWK ini nantinya dapat dikonversi menjadi saham biasa sejak satu hari kerja setelah tanggal penerbitan hingga sebelum tanggal jatuh tempo OWK pada 21 Januari 2027.
Sekitar 86,93% atau setara Rp2,82 triliun dari total dana yang dihimpun akan disalurkan kepada entitas anak, yakni Adhi Prakarsa Raya (APR) dan Sumber Cahaya Raya (SCR). Dana tersebut akan digunakan untuk pembayaran pembelian saham pada PT Konutara Sejati (KS) dan PT Karyatama Konawe Utara (KKU), dua perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan nikel. Sisa dana sebesar 13,07% akan dialokasikan untuk keperluan modal kerja perseroan. Penggunaan dana ini menunjukkan prioritas pada restrukturisasi dan penguatan posisi di sektor pertambangan, bukan ekspansi organik langsung pada lini bisnis utama perseroan sebelumnya.
PT Eco Energi Perkasa (EEP), sebagai pemegang 47,16% saham PACK, telah menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh haknya dan bertindak sebagai pembeli siaga. EEP siap menyerap sisa OWK hingga 12.904.655.400 unit, senilai Rp1,29 triliun atau setara USD77,03 juta, untuk pelunasan kewajiban pembayaran. Keterlibatan pembeli siaga ini memberikan jaring pengaman terhadap penyerapan dana yang ditargetkan.
Langkah strategis ini menandai pergeseran fokus bisnis PACK. Sejak 2019, PT Pakuan Tbk yang sebelumnya dikenal dengan pengelolaan Sawangan Golf, Hotel & Resort, telah bertransformasi menjadi pengembang properti dengan proyek andalan seperti Shila at Sawangan. Akuisisi saham di KS dan KKU menunjukkan diversifikasi portofolio perseroan ke sektor pertambangan nikel. PT Konutara Sejati sendiri membukukan penjualan Rp331,8 miliar dan laba bersih Rp55,5 miliar pada semester I-2025.
Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk membeli OWK, berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 95,33%. Pasar telah mencermati aksi korporasi ini, mengingat akuisisi dua perusahaan nikel tersebut senilai total Rp2,7 triliun. Meskipun akuisisi ini dipandang sebagai langkah penataan struktur grup dan penyelesaian kewajiban transaksi, dampaknya terhadap valuasi dan prospek pertumbuhan laba PACK masih akan dianalisis lebih lanjut seiring belum adanya informasi mendalam mengenai cadangan dan profil produksi kedua tambang. Sebelumnya, pergerakan saham PT Pakuan Tbk (UANG) sempat menjadi sorotan menyusul pembelian saham oleh pengusaha Happy Hapsoro, yang tercatat memborong 19,35% saham pada November 2025.