
PT MRT Jakarta (Perseroda) mengumumkan telah melayani 46,5 juta penumpang sepanjang tahun 2025, sebuah pencapaian yang melampaui target awal dan menegaskan peningkatan signifikan kepercayaan publik terhadap moda transportasi berbasis rel di ibu kota. Angka ini mencerminkan rata-rata lebih dari 127.000 penumpang setiap hari, menandai pertumbuhan stabil dalam pemanfaatan transportasi publik massal di Jakarta.
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menyatakan pada tanggal 20 Januari 2026, bahwa realisasi jumlah penumpang tahun lalu melampaui estimasi perusahaan yang sebelumnya menargetkan 43 juta penumpang dengan rata-rata harian 117.000 pelanggan pada akhir 2025. Capaian 46,5 juta penumpang juga lebih tinggi dibandingkan dengan 40.821.425 penumpang yang tercatat sepanjang tahun 2024, dengan rata-rata harian 111.534 penumpang. Peningkatan ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk integrasi antarmoda, kehadiran mitra pengumpan (feeder) yang menyumbang sekitar 22-23 persen dari total angka keterangkutan, serta berbagai program gaya hidup dan acara yang terintegrasi melalui aplikasi MRT Jakarta. Perluasan jam operasional pada akhir pekan dan saat penyelenggaraan acara besar juga turut berkontribusi dalam mendongkrak minat masyarakat.
Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Ahmad Pratomo, sebelumnya menyampaikan optimisme pada pertengahan tahun 2025, ketika MRT Jakarta telah mengangkut 21.053.246 penumpang dari Januari hingga Juni 2025, dengan rata-rata harian 116.465 penumpang. Peningkatan ini menunjukkan tren positif yang konsisten dibandingkan periode yang sama tahun 2024, yang mencatat 18 juta penumpang.
Pertumbuhan signifikan jumlah penumpang MRT Jakarta ini merupakan bagian dari peningkatan keseluruhan penggunaan transportasi massal di DKI Jakarta. Kepala Badan Pembinaan (BP) BUMD DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat, mengungkapkan bahwa total penumpang Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta secara kumulatif mencapai 461 juta orang sepanjang tahun 2025, meningkat 16,65 persen dari 402 juta penumpang pada tahun 2024. Peningkatan ini diperkuat oleh perluasan layanan Transjakarta dengan enam rute baru dan penambahan 327 unit armada bus, serta kelanjutan program transportasi umum gratis bagi 15 golongan masyarakat yang melayani 25.581.000 penumpang pada tahun 2025. Keberhasilan ini menempatkan sistem transportasi publik Jakarta sebagai yang terbaik kedua di Asia Tenggara dan peringkat ke-17 dunia menurut penilaian Time Out.
Menyongsong tahun 2026, PT MRT Jakarta menargetkan peningkatan jumlah penumpang menjadi 50 juta orang, atau rata-rata 137.000 penumpang per hari. Target ambisius ini sejalan dengan kelanjutan proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A, yang akan menghubungkan Bundaran HI hingga Kota Tua. Progres konstruksi Fase 2A per Desember 2025 telah melampaui target, mencapai 55,89 persen dari target 53,29 persen. Khususnya, paket kontrak CP 202, yang meliputi pembangunan Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar, menunjukkan kemajuan 61 persen pada akhir tahun 2025. Stasiun Harmoni sendiri telah mencapai 56 persen progres pembangunan. Rencananya, rute Bundaran HI hingga Monas akan mulai beroperasi pada tahun 2027, dilanjutkan dengan rute Harmoni hingga Kota pada tahun 2029. Perkembangan infrastruktur ini krusial dalam mewujudkan sistem transportasi modern yang terintegrasi dan berkelanjutan di Jakarta. Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2024 juga memperluas mandat PT MRT Jakarta, tidak hanya sebagai operator, tetapi juga pengembang kawasan berorientasi transit (TOD), pengelola aset dan ruang publik, serta integrator layanan mobilitas terintegrasi.
Capaian jumlah penumpang MRT Jakarta yang melampaui target pada tahun 2025 dan proyeksi pertumbuhan yang agresif di tahun-tahun mendatang mengindikasikan pergeseran perilaku masyarakat Jakarta menuju penggunaan transportasi publik. Ini adalah langkah fundamental dalam upaya mitigasi kemacetan kota, peningkatan kualitas udara, serta pembentukan ekosistem perkotaan yang lebih efisien dan ramah lingkungan.