Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mirae Asset Incar Korbit, Sinyal Raksasa Keuangan Masuk Bursa Kripto

2026-01-01 | 06:38 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-31T23:38:20Z
Ruang Iklan

Mirae Asset Incar Korbit, Sinyal Raksasa Keuangan Masuk Bursa Kripto

Konglomerat keuangan Korea Selatan, Mirae Asset Group, dilaporkan tengah dalam pembicaraan lanjutan untuk mengakuisisi bursa mata uang kripto Korbit, platform terbesar keempat di negara tersebut, dalam sebuah kesepakatan yang diperkirakan bernilai antara 100 miliar hingga 140 miliar won Korea Selatan, atau setara dengan $70 juta hingga $101,4 juta. Langkah ini, yang dilakukan melalui afiliasi non-keuangan Mirae Asset Consulting, menandai upaya signifikan dari institusi keuangan tradisional untuk memasuki pasar aset digital yang diatur ketat di Korea Selatan. Sebuah nota kesepahaman (MOU) dilaporkan telah ditandatangani dengan pemegang saham utama Korbit, mengindikasikan bahwa negosiasi telah melewati tahap awal.

Akuisisi yang diusulkan melibatkan pembelian saham mayoritas, diperkirakan mencapai 92% kepemilikan Korbit. NXC Corporation, perusahaan induk raksasa game Nexon, saat ini merupakan pemegang saham terbesar Korbit dengan 60,5% saham, sementara SK Planet memegang 31,5% saham lainnya setelah investasi 90 miliar won pada tahun 2021. Pembelian ini akan dipimpin oleh Mirae Asset Consulting, sebuah anak perusahaan non-keuangan dari grup tersebut. Struktur ini dirancang untuk mematuhi kebijakan Korea Selatan tahun 2017 yang memisahkan perusahaan keuangan dari bisnis kripto, memungkinkan Mirae Asset untuk mengakuisisi bursa berlisensi tanpa secara langsung melanggar batasan regulasi. Baik Korbit maupun Mirae Asset belum memberikan komentar resmi mengenai negosiasi atau jadwal kesepakatan tersebut.

Korbit, yang didirikan pada tahun 2013, adalah bursa kripto pertama di Korea Selatan dan platform pertama di dunia yang menawarkan perdagangan Bitcoin-won Korea. Meskipun memiliki keuntungan sebagai pelopor, bursa ini saat ini memiliki pangsa pasar domestik yang kecil, yaitu kurang dari 1% dari total volume perdagangan. Data terbaru dari CoinGecko menunjukkan Upbit mendominasi pasar Korea Selatan dengan 64,2% pangsa volume harian, diikuti oleh Bithumb dengan 24,4%, sementara Korbit hanya menyumbang sekitar 0,5% dari volume perdagangan domestik.

Bagi Mirae Asset, grup yang mengelola aset lebih dari $600 miliar, motivasi utama di balik akuisisi ini adalah untuk mendapatkan pijakan di pasar aset digital yang teregulasi ketat di Korea Selatan. Korbit memiliki lisensi operasional penuh dan hubungan perbankan yang sudah ada, sebuah aset berharga mengingat standar perizinan yang ketat di Korea Selatan, yang merupakan salah satu yang paling ketat secara global. Akuisisi ini dianggap lebih cepat dan mudah daripada membangun operasi dari nol dan mengajukan lisensi baru. Langkah ini juga sejalan dengan visi pendiri Mirae Asset, Park Hyeon-joo, untuk inovasi keuangan berbasis aset digital.

Lingkungan regulasi Korea Selatan sedang mengalami transformasi signifikan. Komisi Jasa Keuangan (FSC) baru-baru ini menerapkan persyaratan kepatuhan yang lebih ketat untuk bursa aset digital dan bahkan telah mengusulkan undang-undang yang akan membatasi kepemilikan individu atas bursa kripto besar hingga maksimum 15% hingga 20%. Tujuan dari proposal ini adalah untuk mencegah "kontrol berlebihan" oleh pendiri atas infrastruktur kritis, mengklasifikasikan platform seperti Upbit, Bithumb, Coinone, dan Korbit sebagai aset nasional strategis. Aturan semacam itu akan memaksa pemegang saham mayoritas dari bursa lain untuk melikuidasi sebagian besar kepemilikan mereka, berpotensi mengubah lanskap kepemilikan di seluruh industri.

Potensi akuisisi Korbit oleh Mirae Asset mencerminkan tren yang lebih luas dari adopsi institusional dalam pasar aset digital dan konsolidasi dalam sektor bursa kripto Korea Selatan. Perusahaan keuangan tradisional semakin mencari cara untuk memasuki ruang kripto, seringkali melalui akuisisi entitas yang sudah berlisensi daripada mengembangkan operasi sendiri. Perkembangan ini mengikuti laporan sebelumnya tentang Naver Financial yang sedang dalam pembicaraan untuk mengakuisisi Dunamu, operator Upbit, dalam merger pertukaran saham. Kesepakatan ini dapat mempercepat integrasi aset digital di Korea Selatan ke dalam sistem keuangan global, mendukung layanan tokenisasi dan inovasi lintas batas. Meskipun Korbit memiliki pangsa pasar yang kecil saat ini, masuknya Mirae Asset dapat membawa modal baru dan strategi diferensiasi, yang berpotensi mengubah dinamika persaingan di pasar kripto Korea Selatan.