
PT Mandiri Capital Indonesia (MCI), anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di bidang modal ventura, terus membuka peluang bagi perusahaan rintisan (startup) di Indonesia untuk mendapatkan suntikan modal dan akselerasi bisnis. Sebagai Corporate Venture Capital (CVC) dengan kepemilikan saham 99,99% oleh Bank Mandiri, MCI berfokus pada investasi strategis yang mampu menciptakan sinergi dengan ekosistem Mandiri Group.
Sejak didirikan pada Januari 2016, Mandiri Capital Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai penyedia dana, tetapi juga sebagai mitra strategis yang menawarkan panduan, mentorship, dan akses ke keahlian industri untuk membantu startup mengatasi tantangan dan memaksimalkan potensi mereka. Fokus investasi utamanya adalah sektor teknologi finansial (fintech) yang sejalan dengan ekosistem perbankan Mandiri. Namun, MCI juga membuka diri terhadap sektor lain yang dinilai mampu memberikan aliran pendapatan baru atau efisiensi bisnis, seperti transformasi digital, layanan berorientasi pelanggan, serta solusi di bidang perumahan.
MCI telah mengelola berbagai dana, termasuk Balance Sheet Fund, Merah Putih Fund, dan Indonesia Impact Fund, yang turut menargetkan startup dengan dampak sosial dan lingkungan yang positif. Hingga Desember 2019, MCI telah menyalurkan dana investasi senilai Rp980 miliar kepada 13 startup. Saat ini, portofolio MCI mencakup lebih dari 20 startup dari 14 sektor industri, termasuk layanan pinjaman, rantai nilai business-to-business (B2B), dan penyedia pembayaran. Beberapa nama terkemuka dalam portofolio mereka antara lain Amartha, Mekari, KoinWorks, PrivyID, dan Yokke.
Untuk memperkuat ekosistem startup, Mandiri Capital Indonesia secara rutin menyelenggarakan program akselerator. Salah satu program unggulan adalah Zenith Accelerator, sebuah inisiatif empat bulan yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis melalui mentoring intensif, lokakarya, dan integrasi dengan ekosistem Mandiri Group. Pada program Zenith 2025, MCI menerapkan pendekatan yang lebih matang dengan fokus pada kolaborasi bisnis nyata, bukan hanya sekadar penandatanganan nota kesepahaman (MoU), dan melibatkan Bank Mandiri dalam proses seleksi sejak awal. Lima startup terpilih untuk Zenith 2025 adalah DOOgether, Goers, Mimin, PrimaKu, dan Tada, yang akan dibekali untuk menjadi mitra bisnis ekosistem Mandiri Group.
Selain Zenith, MCI juga memiliki program Xponent yang memfasilitasi ekspansi startup dengan membuka akses pasar dan memperkuat keselarasan bisnis antara startup dan unit bisnis Bank Mandiri. Baru-baru ini, MCI bahkan menggelar program Xponent di luar negeri, tepatnya di Bangkok, untuk mempertemukan startup portofolio mereka dengan perusahaan global. Dalam mendukung program-programnya, MCI menjalin kerja sama dengan berbagai institusi internasional seperti Australian Trade and Investment Commission (Austrade), Amazon Web Services (AWS), Karna & Co. Law Firm, dan United Nations Development Program (UNDP).
Ke depan, Mandiri Capital Indonesia juga memiliki rencana ekspansi global. Pada tahun 2024, mereka berencana meluncurkan Global Climate Tech Fund dengan target US$150 juta, membidik startup tahap awal di sektor-sektor seperti pangan dan pertanian, kehutanan dan penggunaan lahan, energi, bangunan dan kota, industri, serta transportasi di Indonesia, Australia, dan wilayah Asia Tenggara. Langkah ini merupakan bagian dari upaya MCI untuk tidak hanya menyalurkan dana dari Bank Mandiri, tetapi juga mengelola dana dari pihak ketiga demi mencapai kemandirian dan keberlanjutan. Dengan pendekatan komprehensif ini, MCI menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan startup di Indonesia sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemimpin modal ventura yang relevan di tingkat regional dan global.