Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Small-Mid Cap Juara Kenaikan 2025, IHSG Awal 2026 Diprediksi Stagnan

2026-01-01 | 06:44 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-31T23:44:49Z
Ruang Iklan

Small-Mid Cap Juara Kenaikan 2025, IHSG Awal 2026 Diprediksi Stagnan

Saham-saham dengan kapitalisasi pasar kecil hingga menengah (small-mid cap) secara mengejutkan mendominasi daftar pencetak keuntungan tertinggi di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2025, mencatatkan kinerja jauh melampaui indeks acuan, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memulai tahun 2026 dengan pergerakan yang cenderung datar dan minim gairah, mencerminkan kehati-hatian investor di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global. Hingga penutupan 31 Desember 2025, IHSG tercatat hanya naik sekitar 4.5% year-to-date, jauh di bawah rata-rata indeks saham small-mid cap yang melonjak lebih dari 20% pada periode yang sama. Emiten-emiten seperti PT XYZ Tbk (XYZ) di sektor teknologi dan PT ABC Tbk (ABC) di sektor manufaktur menunjukkan pertumbuhan triple digit, menarik perhatian signifikan dari pasar.

Dominasi saham small-mid cap sepanjang 2025 didorong oleh beberapa faktor kunci. Analis dari PT Sekuritas Jaya, Bapak Budi Santoso, menyatakan bahwa minat investor ritel yang masih tinggi pasca-pandemi, ditambah dengan valuasi yang relatif murah dan potensi pertumbuhan disruptif di beberapa sektor kecil, menjadi pendorong utama apresiasi saham small-mid cap tahun ini. Selain itu, kebijakan pemerintah yang mendukung hilirisasi industri juga memberikan sentimen positif bagi perusahaan-perusahaan skala menengah yang bergerak di sektor terkait, menciptakan peluang pertumbuhan baru yang tidak selalu terwakili di perusahaan-perusahaan berkapitalisasi besar. Investor semakin mencari peluang di luar saham-saham blue-chip yang valuasinya sudah tinggi, beralih ke perusahaan dengan kapitalisasi lebih kecil namun memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan.

Namun, prospek pasar di awal tahun 2026 tampaknya tidak akan sebergairah kinerja saham small-mid cap tahun sebelumnya. Proyeksi awal 2026 menunjukkan IHSG kemungkinan akan bergerak datar dan belum menunjukkan momentum bullish yang kuat. Kepala Ekonom Bank Makmur, Ibu Siti Rahayu, memprediksi ketidakpastian global terkait inflasi yang persisten dan potensi kenaikan suku bunga acuan bank sentral utama dunia masih akan membayangi sentimen investor di kuartal pertama 2026. Ketegangan geopolitik yang terus berlanjut dan perlambatan ekonomi di beberapa negara mitra dagang utama Indonesia juga diperkirakan menahan laju IHSG. Aksi profit taking oleh investor institusi setelah kenaikan signifikan di akhir 2024 dan 2025 juga bisa menjadi faktor pemicu koreksi atau setidaknya pergerakan yang stagnan di awal tahun. Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Efek Indonesia, Bapak Irvan Susanto, dalam kesempatan terpisah mengungkapkan optimismenya terhadap fundamental ekonomi Indonesia namun mengakui sentimen pasar di awal tahun mungkin akan lebih berhati-hati, menantikan kejelasan arah kebijakan ekonomi global dan domestik. Investor cenderung akan menahan diri menunggu sinyal yang lebih jelas dari kebijakan moneter global dan data ekonomi makro domestik sebelum mengambil posisi investasi yang agresif.