Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bitmine Mengukuhkan Genggaman pada 3,4% Ethereum Setelah Akumulasi 44.463 ETH

2025-12-31 | 02:38 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-30T19:38:56Z
Ruang Iklan

Bitmine Mengukuhkan Genggaman pada 3,4% Ethereum Setelah Akumulasi 44.463 ETH

Bitmine Immersion Technologies (BMNR) kini menguasai 3,41% dari total suplai Ethereum (ETH) yang beredar di pasar, setelah perusahaan itu baru-baru ini menambah 44.463 ETH dalam sepekan terakhir. Akuisisi signifikan ini mendorong total kepemilikan Ethereum Bitmine menjadi 4.110.525 ETH per 28 Desember, menegaskan posisinya sebagai pemegang treasury Ethereum korporasi terbesar di dunia. Penambahan kepemilikan ini meningkatkan total aset kripto dan kas perusahaan menjadi USD 13,2 miliar, dengan valuasi kepemilikan Ethereum saja mencapai lebih dari USD 12 miliar.

Sebagai perusahaan yang menargetkan akuisisi 5% dari total suplai Ethereum, Bitmine Immersion Technologies, di bawah kepemimpinan Thomas "Tom" Lee dari Fundstrat, secara agresif memanfaatkan kondisi pasar akhir tahun. Lee menggambarkan perusahaannya sebagai pembeli "uang segar" Ether terbesar selama sepekan terakhir, memanfaatkan tekanan jual terkait "tax-loss selling" akhir tahun. Langkah strategis ini selaras dengan tujuan jangka panjang Bitmine untuk memaksimalkan kepemilikan ETH per saham dan memperkuat ekosistem Ethereum.

Bitmine tidak hanya mengakumulasi Ether, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam keamanan dan utilitas jaringan melalui staking. Lebih dari 408.000 ETH dari kepemilikannya saat ini telah di-staking, dengan rencana peluncuran Jaringan Validator Made in America (MAVAN) pada kuartal pertama 2026. Inisiatif staking ini diproyeksikan dapat menghasilkan pendapatan tahunan sekitar USD 374 juta jika seluruh kepemilikan Ether perusahaan dipertaruhkan. Hal ini menunjukkan pergeseran dari sekadar menjadi pemegang pasif menjadi peserta aktif dalam sistem proof-of-stake Ethereum.

Akumulasi Ether dalam skala besar oleh entitas korporasi seperti Bitmine menyoroti tren peningkatan minat institusional terhadap Ethereum, yang tumbuh 42% secara tahunan hingga kuartal pertama 2025. Namun, konsentrasi kepemilikan sebesar ini memicu perdebatan mengenai implikasi terhadap desentralisasi jaringan Ethereum. Pengembang kunci seperti Vitalik Buterin sebelumnya telah memperingatkan bahwa dominasi korporasi dapat mengancam sifat netral infrastruktur Ethereum. Meskipun pasar saat ini menunjukkan ketenangan, dengan tidak adanya lonjakan volatilitas harga atau perubahan signifikan dalam volume perdagangan, para analis mengingatkan bahwa peningkatan keterlibatan perusahaan besar berpotensi memengaruhi arah kebijakan protokol di masa depan, terutama dalam pengambilan keputusan jaringan dan model insentif bagi validator.

Thomas Lee, dengan optimismenya, memprediksi Ethereum akan memasuki "supercycle" pada tahun 2026, dengan potensi harga mencapai USD 7.000 hingga USD 9.000 pada awal tahun tersebut. Pandangan ini didasarkan pada permintaan struktural jangka panjang yang didorong oleh adopsi blockchain oleh Wall Street dan kecerdasan buatan (AI). Meskipun saham BMNR mengalami penurunan sekitar 13% dalam sepekan terakhir dan ether diperdagangkan di sekitar USD 2.950, Bitmine memandang kondisi pasar akhir tahun sebagai peluang konstruktif untuk akumulasi lebih lanjut. Posisi Bitmine menegaskan perannya sebagai partisipan utama dalam ekosistem aset digital yang terus berkembang, dengan implikasi signifikan terhadap struktur pasar dan jalur adopsi di masa mendatang.