Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Studi IMF: Stablecoin Buka Akses Keuangan Luas dengan Regulasi Global Terpadu

2025-12-05 | 17:13 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-05T10:13:27Z
Ruang Iklan

Studi IMF: Stablecoin Buka Akses Keuangan Luas dengan Regulasi Global Terpadu

Dana Moneter Internasional (IMF) telah merilis laporan komprehensif berjudul "Understanding Stablecoins" pada awal Desember 2025, yang menggarisbawahi potensi stablecoin untuk memperluas inklusi keuangan secara global, asalkan diatur secara efektif dan terkoordinasi. Laporan tersebut menekankan bahwa stablecoin dapat memfasilitasi pembayaran lintas batas yang lebih cepat dan murah, serta meningkatkan akses terhadap layanan keuangan digital bagi populasi yang belum terlayani di seluruh dunia.

Menurut IMF, stablecoin mampu mendorong inovasi dan meningkatkan persaingan dengan penyedia layanan pembayaran yang sudah ada, membuat pembayaran digital ritel lebih mudah diakses oleh pelanggan yang kurang terlayani. Ini terutama relevan di daerah-daerah di mana bank kesulitan atau tidak menguntungkan untuk melayani pelanggan. Potensi stablecoin terlihat jelas dalam pengiriman uang, di mana sistem tradisional seringkali lambat dan mahal, dengan biaya pengiriman yang bisa mencapai 20 persen dari jumlah yang dikirim.

Namun, laporan tersebut juga memberikan peringatan tegas mengenai risiko signifikan yang timbul jika regulasi stablecoin tidak seragam dan komprehensif secara global. Kerangka peraturan yang terfragmentasi di berbagai negara menciptakan "penghalang struktural" yang mengancam stabilitas keuangan, melemahkan pengawasan, dan memperlambat pengembangan pembayaran lintas batas. IMF dan Financial Stability Board (FSB) telah mengeluarkan rekomendasi untuk melindungi dari risiko ini, termasuk menjaga kedaulatan moneter, mempertahankan kontrol aliran modal, mengatasi risiko fiskal, memastikan perlakuan hukum yang jelas, menerapkan standar integritas keuangan, dan memperkuat kerja sama global.

Salah satu risiko utama yang disoroti adalah substitusi mata uang (currency substitution), di mana masyarakat dan perusahaan di suatu negara dapat beralih dari mata uang nasional mereka yang tidak stabil ke stablecoin yang dipatok pada mata uang asing yang lebih kuat, seperti dolar AS. Saat ini, sekitar 97% dari total kapitalisasi pasar stablecoin dipatok ke dolar AS. Fenomena ini dapat melemahkan kedaulatan moneter suatu negara dan kemampuan bank sentral untuk mengendalikan kebijakan moneter dan suku bunga, terutama di negara-negara berkembang dan pasar negara berkembang yang lebih rentan terhadap volatilitas. Laporan tersebut merekomendasikan agar negara-negara membangun kerangka hukum untuk mencegah stablecoin mencapai status "alat pembayaran yang sah" atau "mata uang resmi."

Risiko lainnya termasuk volatilitas nilai stablecoin jika aset cadangan kehilangan nilai atau kepercayaan pengguna menurun, yang dapat memicu "rush" dan penjualan aset cadangan secara paksa, mengganggu pasar keuangan. Sifat pseudonim dan kemampuan lintas batas stablecoin juga menimbulkan kekhawatiran terhadap pencucian uang dan pendanaan terorisme. Selain itu, perbedaan pendekatan regulasi di berbagai yurisdiksi, seperti di Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan Uni Eropa, dapat menciptakan peluang arbitrase regulasi, di mana penerbit beroperasi dari yurisdiksi dengan aturan yang lebih longgar.

Meskipun banyak otoritas telah mulai mengimplementasikan standar internasional untuk stablecoin, lanskap peraturan tetap terfragmentasi. Pasar stablecoin telah tumbuh pesat, dengan total nilai melebihi US$300 miliar pada Desember 2025. Dua stablecoin terbesar, Tether (USDT) dan USD Coin (USDC), mendominasi pasar, sebagian besar didukung oleh obligasi Treasury AS jangka pendek dan simpanan bank. Asia memimpin dalam volume aktivitas stablecoin, sementara Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Latin menunjukkan penggunaan yang tinggi relatif terhadap PDB.

Tobias Adrian, Marcello Miccoli, dan Nobuyasu Sugimoto, ekonom senior di Departemen Moneter dan Pasar Modal IMF, dalam sebuah blog post, menekankan bahwa mengubah stablecoin menjadi kekuatan yang baik dalam sistem keuangan global akan membutuhkan tindakan terkoordinasi dari pembuat kebijakan, baik di tingkat domestik maupun internasional. IMF terus memantau perkembangan dan dampak stablecoin yang berkembang terhadap sistem moneter internasional, menawarkan analisis, panduan, bantuan teknis, dan saran kebijakan kepada negara-negara anggotanya. Kolaborasi yang kuat antara pembuat kebijakan, regulator, dan pemangku kepentingan industri sangat penting untuk memastikan bahwa manfaat potensial stablecoin terwujud sambil mengatasi risiko yang semakin meningkat.