Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Malam Ini, Akses Gerbang Tol Semanggi 2 Ditutup Sementara

2026-01-14 | 23:30 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-14T16:30:39Z
Ruang Iklan

Malam Ini, Akses Gerbang Tol Semanggi 2 Ditutup Sementara

Gerbang Tol Semanggi 2 di Jakarta ditutup sementara mulai Rabu (14/1/2026) malam pukul 22.00 WIB hingga Kamis (15/1/2026) pukul 04.00 WIB untuk pekerjaan pembongkaran papan informasi. Penutupan ini diberlakukan atas diskresi Kepolisian demi menjamin kenyamanan dan keamanan pengguna jalan tol selama pekerjaan berlangsung.

Pekerjaan di Gerbang Tol Semanggi 2 merupakan bagian dari pemeliharaan rutin infrastruktur jalan tol oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Ginanjar Bekti R, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul akibat pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Gerbang Tol Semanggi 2 memiliki peran vital dalam sistem lalu lintas Ibu Kota, khususnya bagi kendaraan yang bergerak di ruas Tol Dalam Kota. Kawasan Semanggi sendiri telah lama menjadi titik krusial dalam jaringan transportasi Jakarta, dengan Simpang Susun Semanggi yang dibangun pada tahun 1961 dan dimodifikasi signifikan pada 2016-2017 untuk mengurai kemacetan. Proyek Simpang Susun Semanggi senilai Rp 345,067 miliar bahkan didanai dari dana kompensasi kelebihan koefisien luas bangunan (KLB) dari pengembang swasta, tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Meskipun bersifat sementara dan terjadwal pada dini hari untuk meminimalkan dampak, penutupan gerbang tol di area Semanggi seringkali memicu kepadatan lalu lintas signifikan. Pengalaman sebelumnya pada September dan Oktober 2025 menunjukkan bahwa penutupan Gerbang Tol Semanggi 1 dan Gerbang Tol Semanggi 2 untuk perbaikan pasca-aksi unjuk rasa pada Agustus 2025 mengakibatkan kemacetan parah di Jalan Gatot Subroto dan sekitarnya, dengan arus kendaraan dialihkan dan beberapa jalur hanya bisa menggunakan satu gardu. Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono bahkan sempat menyampaikan permohonan maaf atas kemacetan ekstrem tersebut, yang diperparah dengan kerusakan fasilitas tol senilai sekitar Rp 80 miliar.

Implikasi jangka pendek dari penutupan ini diperkirakan akan terfokus pada pengguna jalan yang melintasi ruas tol tersebut pada jam-jam penutupan, meskipun durasi yang singkat dan waktu pelaksanaan pada malam hari diharapkan dapat mengurangi dampak luas. Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi rekayasa lalu lintas dan mencari informasi terkini sebelum perjalanan. Penutupan ini menggarisbawahi tantangan berkelanjutan dalam manajemen infrastruktur di kota metropolitan seperti Jakarta, di mana pemeliharaan dan peningkatan fasilitas yang esensial harus dilakukan sambil meminimalkan gangguan terhadap mobilitas harian jutaan penduduk. Upaya terus-menerus dalam pemeliharaan seperti ini merupakan elemen krusial untuk memastikan kelayakan dan keamanan jangka panjang infrastruktur vital kota.