
SUBANG – Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah di Desa Cisalak, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengekspor 96 ton kopi robusta ke Aljazair pada Sabtu, 17 Januari 2026, senilai Rp 7,2 miliar. Pengiriman lima kontainer kopi ini dilepas langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Juliantono, menandai kelanjutan penetrasi kopi Subang ke pasar Afrika Utara dan mengukuhkan peran koperasi lokal dalam rantai pasok global.
Ekspor ini melanjutkan sejarah panjang Kopi Hofland asal Subang Selatan yang telah dikenal sejak pendirian pabrik kopi terbesar di Subang Selatan pada tahun 1844 oleh Thomas Benjamin Hofland. Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah, yang berdiri sejak 2016 dan memiliki lisensi ekspor sejak 2020, secara aktif menembus pasar internasional, termasuk Tiongkok, Amerika Serikat, Mesir, Taiwan, Vietnam, dan Timur Tengah. Sekitar 90 persen produksi koperasi saat ini ditujukan untuk pasar ekspor, sementara 10 persen diserap pasar domestik. Koperasi ini mengelola 1.589 hektare lahan dengan 450 anggota dan melibatkan 1.200 tenaga kerja, membukukan volume ekspor total 964,2 ton pada periode Agustus 2024 hingga Maret 2025 dengan nilai mencapai 4,6 juta dolar AS.
Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono mengapresiasi keberhasilan koperasi ini, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan bukti kemampuan koperasi untuk bertransformasi menjadi badan usaha modern yang berdaya saing global. Ia menyoroti permintaan kopi robusta yang terus meningkat di Aljazair, di mana cita rasa khas kopi Indonesia menjadi daya tarik utama bagi konsumen Aljazair. Aljazair merupakan salah satu konsumen kopi terbesar di Timur Tengah dan Afrika, dengan tren konsumsi yang meningkat dari 3 persen pada 2012 menjadi 6 persen pada 2014, dan rata-rata konsumsi per kapita mencapai 4 kilogram per tahun.
Meskipun demikian, Indonesia masih tertinggal dari Vietnam dalam volume ekspor kopi. Ferry Juliantono menyatakan optimisme bahwa Indonesia dapat meningkatkan produksi kopi dengan memanfaatkan lahan perhutanan sosial. Pemerintah Daerah Kabupaten Subang berkomitmen mendukung pengembangan koperasi dan UMKM melalui peningkatan kualitas produksi, perluasan akses pasar, dan penguatan kelembagaan. Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyampaikan bahwa ekspor ini merupakan simbol kemajuan sektor perdagangan dan pertanian di Subang, dan diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani dan anggota koperasi. Dengan skema penguasaan lahan dua hektare per anggota, Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah menargetkan pendapatan hingga Rp150 juta per tahun bagi setiap anggotanya.
Secara nasional, ekspor kopi Indonesia pada tahun 2022 mencapai 437,56 ribu ton dengan nilai USD 1,15 miliar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekspor kopi mengalami peningkatan dari 276.335 ton pada tahun 2023 menjadi 342.330 ton hingga September 2024, sebuah peningkatan signifikan sebesar 29,82 persen. Komoditas kopi robusta yang tidak digoreng tanpa minyak, olahan kopi berbasis ekstrak, esens atau konsentrat dengan tambahan gula, serta kopi instan, menjadi komoditas dominan yang diekspor. Penghapusan ketentuan Eksportir Terdaftar Kopi (ETK) melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 2 Tahun 2022 juga mempermudah eksportir baru untuk menembus pasar global. Upaya pemerintah untuk memaksimalkan potensi industri kopi nasional melalui kerja sama ekspor bertujuan memberi akses langsung kepada petani dan meningkatkan daya saing di pasar internasional.