Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Investor Bitcoin Gencar Serok BTC Pasca Runtuhnya FTX

2026-01-19 | 09:49 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-19T02:49:15Z
Ruang Iklan

Investor Bitcoin Gencar Serok BTC Pasca Runtuhnya FTX

Terlepas dari kehancuran FTX yang mengguncang pasar kripto global pada November 2022, pemegang Bitcoin di seluruh spektrum, mulai dari investor ritel kecil hingga entitas institusional besar, secara konsisten melakukan akumulasi BTC. Data on-chain menunjukkan gelombang pembelian yang kuat ini telah menandai pergeseran fundamental dalam perilaku investor, mencerminkan keyakinan jangka panjang yang mendalam terhadap nilai Bitcoin meskipun terjadi gejolak pasar yang parah.

Runtuhnya FTX, salah satu bursa kripto terbesar dunia, memicu aksi jual panik yang membuat nilai pasar kripto anjlok hingga 270 miliar dolar AS, dengan harga Bitcoin sempat meluncur di bawah 16.000 dolar AS ke level terendah dua tahun. Peristiwa ini menciptakan keraguan luas di seluruh pasar dan di antara investor. Namun, di tengah kekacauan tersebut, analisis data on-chain dari berbagai platform menunjukkan tren akumulasi yang agresif. Segera setelah keruntuhan FTX, semua kelompok kepemilikan Bitcoin, mulai dari "shrimp" (pemegang kurang dari 1 BTC) hingga "whale" (pemegang di atas 1.000 BTC), memasuki mode akumulasi.

Secara spesifik, investor ritel kecil yang dikenal sebagai "shrimp" (memegang kurang dari 1 BTC) telah menambahkan 96.200 BTC ke kepemilikan mereka sejak keruntuhan FTX, mencatat peningkatan saldo tertinggi sepanjang masa dan kini menguasai lebih dari 1,21 juta BTC, setara dengan sekitar 6,3% dari total pasokan yang beredar. Sementara itu, investor skala menengah, yang disebut "crab" (memegang hingga 10 BTC), menunjukkan peningkatan saldo agresif sebesar 191.600 BTC dalam 30 hari, melampaui puncak akumulasi pada Juli 2022.

Tidak hanya investor kecil, entitas menengah hingga besar, atau "Fish-to-Shark" (pemegang antara 10 hingga 1.000 BTC), juga menunjukkan akumulasi signifikan. Pada Januari 2026, kelompok ini telah mengakumulasi 110.000 BTC, menandai lonjakan bulanan terbesar sejak keruntuhan FTX pada November 2022. Total kepemilikan kolektif mereka meningkat dari 6,4 juta menjadi 6,6 juta BTC dalam rentang dua bulan. Data dari Santiment pada Juni 2024 juga mengungkapkan bahwa dompet dengan 10 BTC atau lebih telah mencapai tingkat kepemilikan tertinggi dalam dua tahun, mencerminkan level pra-keruntuhan FTX. Ini menunjukkan bahwa korelasi antara kepemilikan paus dan nilai pasar secara lebih langsung terlihat di era pasca-FTX, yang mungkin berarti pasar kini lebih akurat mencerminkan permintaan tanpa distorsi dari pengaruh FTX sebelumnya.

Perilaku akumulasi yang berkelanjutan ini mengindikasikan bahwa investor cerdas dan institusional memandang level harga saat ini sebagai titik masuk strategis. Hal ini diperkuat oleh sejumlah faktor fundamental dan teknikal Bitcoin. Jaringan Bitcoin tetap tangguh dengan tingkat hash mendekati level tertinggi sepanjang masa, dan peristiwa halving yang akan datang pada tahun 2024 secara alami menciptakan kendala pasokan yang diantisipasi oleh investor. Selain itu, kejelasan regulasi di pasar-pasar utama semakin menyediakan kerangka kerja operasional yang lebih jelas bagi investor institusional. Dalam konteks ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kekhawatiran inflasi yang persisten dan ketidakpastian geopolitik mendorong minat pada aset yang tahan inflasi, memposisikan Bitcoin sebagai alternatif inovatif yang menarik bagi investor berpandangan jauh ke depan.

Implikasi dari tren akumulasi ini bersifat jangka panjang bagi pasar Bitcoin. Pasokan yang berkurang di bursa dapat memperkuat pergerakan harga ke atas ketika permintaan meningkat, sementara pola kepemilikan jangka panjang cenderung mengurangi volatilitas pasar. Ini mencerminkan keyakinan yang tidak tergoyahkan terhadap proposisi nilai fundamental Bitcoin, bahkan setelah mengalami guncangan pasar yang parah. Transformasi ini menunjukkan pasar yang lebih matang dan resilien, di mana kerentanan sistemik yang terungkap oleh insiden seperti FTX kini ditanggapi dengan strategi investasi yang menekankan nilai jangka panjang dan desentralisasi Bitcoin.