Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Harga Kripto 4 Januari 2026: Bitcoin dan Altcoin Kompak Meroket

2026-01-04 | 22:45 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-04T15:45:56Z
Ruang Iklan

Harga Kripto 4 Januari 2026: Bitcoin dan Altcoin Kompak Meroket

Pasar kripto global menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada 4 Januari 2026, dengan Bitcoin (BTC) berhasil melewati level psikologis $90.000 dan mayoritas altcoin besar mencatatkan penguatan. Lonjakan harga ini terjadi di tengah sentimen pasar yang masih berhati-hati pasca-ketidakpastian makroekonomi dan perubahan regulasi yang membayangi sepanjang 2025. Pergerakan positif ini menyoroti pergeseran fokus investor menuju aset-aset digital dengan fundamental kuat dan kepastian regulasi.

Bitcoin diperdagangkan di level $91.251 per koin, menguat 1,40 persen dalam 24 jam terakhir dan 3,94 persen selama sepekan. Ethereum (ETH) juga mencatatkan kenaikan, dengan harga mencapai Rp 52,4 juta per koin, naik 0,59 persen dalam sehari dan 6,13 persen dalam sepekan. XRP mengalami lonjakan signifikan sebesar 0,62 persen dalam sehari dan 7,95 persen sepekan, dengan harga $2.08530 pada 4 Januari 2026. Sementara itu, Solana (SOL) menunjukkan kinerja kuat dengan kenaikan 1,37 persen dalam sehari dan 7,58 persen sepekan, diperdagangkan di sekitar $131. Binance Coin (BNB) juga menguat 0,14 persen harian dan 4,10 persen mingguan, mencapai Rp 14,7 juta per koin. Cardano (ADA) sedikit melemah 0,77 persen dalam sehari, namun masih menguat 6,10 persen sepekan, berada pada level Rp 6.557 per koin.

Penguatan pasar kripto di awal tahun 2026 ini terjadi setelah periode yang menantang pada 2025, di mana Bitcoin sempat turun di bawah $90.000 akibat meningkatnya ketegangan geopolitik menyusul aksi militer Amerika Serikat di Venezuela. Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menyatakan bahwa tahun ini kemungkinan besar akan menjadi tahun dengan volatilitas tinggi di awal, namun membuka peluang pemulihan dan penguatan secara bertahap. Fase konsolidasi ini merupakan bagian dari proses menuju struktur pasar yang lebih matang.

Beberapa faktor makroekonomi dan regulasi diproyeksikan menjadi pendorong utama pergerakan pasar kripto pada 2026. Standard Chartered menargetkan Bitcoin di kisaran $150.000 pada 2026, sementara JPMorgan memperkirakan $170.000 dan Citi menyebut skenario dasar sekitar $143.000. Untuk Ethereum, Tom Lee dari Fundstrat memproyeksikan kisaran $7.000 hingga $9.000 pada awal 2026, didorong tokenisasi aset dunia nyata.

Ketua Riset CoinMarketCap, Alice Liu, memproyeksikan pemulihan pasar kripto pada Februari hingga Maret 2026, seiring membaiknya indikator makro. Analis Benjamin Cowen menilai dampak penghentian kebijakan quantitative tightening (QT) The Fed baru akan terasa penuh pada awal 2026, yang secara historis sering diikuti pemulihan aset berisiko. Peluang penurunan suku bunga The Fed juga dapat meningkatkan selera risiko investor terhadap aset spekulatif seperti kripto.

Perkembangan regulasi juga menjadi sorotan. Pemungutan suara Digital Asset Market Clarity Act of 2025 (CLARITY Act) di AS, yang bertujuan memperjelas definisi aset digital dan kewenangan pengawasan antara SEC dan CFTC, ditargetkan berlangsung pada Januari 2026. Kepastian hukum ini diharapkan dapat menarik lebih banyak modal institusional ke pasar. Selain itu, Bank Rakyat China (PBOC) meluncurkan regulasi Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) yang efektif mulai 1 Januari 2026.

Meskipun sentimen optimis muncul, Christopher Tahir, Co-founder Cryptowatch, menilai rebound saat ini belum mencerminkan perubahan tren yang solid dan masih sangat bergantung pada narasi yang berkembang di pasar. Analis Fyqieh Fachrur juga mengimbau investor untuk tetap berhati-hati dan memahami risiko investasi kripto. Data dari Coinbase Premium Index menunjukkan tekanan jual dari investor AS masih berlangsung, menahan pergerakan Bitcoin di bawah $90.000. Namun, arus keluar dari ETF spot Bitcoin menunjukkan penurunan volume, mengindikasikan tekanan distribusi tidak lagi sekuat sebelumnya. Pemegang Bitcoin jangka panjang juga mulai kembali memasuki fase akumulasi, menandakan bahwa tekanan jual struktural mulai berkurang.

Dalam konteks XRP, Ripple mengambil langkah tidak terduga dengan mengunci kembali 500 juta XRP dari 1 miliar XRP yang dilepaskan bulanan ke dalam kontrak pintar hingga akhir 2028, mengurangi pasokan beredar dan berpotensi menciptakan kejutan pasokan. Langkah ini, dikombinasikan dengan meningkatnya permintaan institusional melalui ETF XRP yang mendapatkan momentum, dapat menciptakan tekanan harga ke atas.

Secara keseluruhan, pasar kripto di awal tahun 2026 berada dalam persimpangan antara potensi pemulihan yang didorong oleh faktor makroekonomi, kejelasan regulasi, dan adopsi institusional, serta kewaspadaan terhadap volatilitas yang masih dapat terjadi. Para ahli menekankan pentingnya memantau aliran likuiditas, perkembangan regulasi, dan sentimen pasar secara cermat untuk navigasi yang cerdas di tahun ini.