Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Harga Emas Antam Meroket: Rekor Tertinggi Baru Hari Ini

2026-01-15 | 10:34 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-15T03:34:49Z
Ruang Iklan

Harga Emas Antam Meroket: Rekor Tertinggi Baru Hari Ini

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa pada Kamis, 15 Januari 2026, dengan harga per gram mencapai Rp2.675.000. Kenaikan substansial sebesar Rp10.000 dari posisi perdagangan sebelumnya ini menandai reli positif yang telah berlangsung selama enam hari beruntun, menambah total penguatan sebesar Rp105.000 dalam periode tersebut. Lonjakan ini mengikuti rekor-rekor sebelumnya yang tercipta berturut-turut, termasuk pada 14 Januari di level Rp2.665.000 per gram dan Rp2.652.000 per gram pada 13 Januari.

Kenaikan harga emas Antam tidak terlepas dari pergerakan harga emas global yang juga berada pada tren menguat. Harga emas dunia (XAU/USD) terpantau di kisaran $4.610,28 per troy ounce pada 15 Januari 2026, setelah sempat menyentuh level tertinggi $4.642,71 pada 14 Januari 2026. Bahkan, emas global telah mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar $4794.85 pada Desember 2025. Penguatan harga ini didorong oleh sejumlah faktor fundamental dan teknikal yang saling terkait di pasar global dan domestik.

Salah satu pemicu utama kenaikan harga emas adalah meningkatnya ketidakpastian geopolitik global. Konflik yang berlarut-larut antara Rusia dan Ukraina, isu-isu baru yang melibatkan Amerika Serikat dengan Venezuela, serta ketegangan di Timur Tengah, menciptakan iklim pasar yang tidak stabil. Kondisi ini mendorong investor untuk mencari aset "safe haven", dan emas secara tradisional menjadi pilihan utama untuk melindungi nilai kekayaan di tengah gejolak tersebut.

Di samping itu, ekspektasi penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) turut memberikan dorongan signifikan. Harapan akan pemangkasan suku bunga The Fed, yang diproyeksikan mulai September 2025, menjadi katalis terbesar bagi lonjakan harga emas dunia. Data inflasi inti AS bulan Desember yang dilaporkan sebesar 2,6% secara tahunan, lebih rendah dari ekspektasi pasar, memperkuat keyakinan bahwa The Fed memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneternya lebih cepat. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah cenderung membuat aset berbunga kurang menarik, sehingga mengalihkan minat investor ke emas yang dianggap lebih stabil.

Pelemahan indeks Dolar Amerika Serikat juga berperan dalam membuat emas lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya, termasuk Rupiah, sehingga meningkatkan permintaan. Selain itu, bank sentral di berbagai negara terus meningkatkan cadangan emas mereka sebagai strategi perlindungan terhadap ketidakpastian ekonomi global, menambah tekanan pada sisi permintaan. Analis Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menegaskan bahwa lonjakan harga emas dipicu oleh kombinasi faktor politik AS, kebijakan bank sentral, dan ketegangan geopolitik global. Ibrahim memproyeksikan jika harga emas dunia terus menembus $4.700 per troy ons, harga logam mulia Antam berpotensi mencapai Rp3.100.000 per gram.

Bagi investor di Indonesia, kenaikan harga emas Antam menawarkan peluang keuntungan modal (capital gain), terutama bagi mereka yang berinvestasi jangka panjang. Emas berfungsi sebagai instrumen lindung nilai (hedging) yang efektif terhadap inflasi dan gejolak pasar finansial. Namun, dinamika ini juga menghadirkan tantangan. Harga beli kembali (buyback) emas Antam pada 15 Januari 2026 naik menjadi Rp2.521.000 per gram. Investor perlu memperhatikan selisih antara harga jual dan harga buyback, serta peraturan pajak. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback di atas Rp10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP.

Prospek harga emas ke depan diperkirakan tetap positif. Analis dari sejumlah lembaga keuangan memprediksi harga emas global pada tahun 2026 berpeluang menembus $4.500 hingga $7.700 per ons, dengan beberapa ahli bahkan memperkirakan bisa melampaui $10.000 pada akhir dekade ini. Goldman Sachs Group Inc. memproyeksikan nilai emas dapat mencapai lebih dari $3.700 per ons pada akhir 2025 dan konsisten naik hingga $4.000 pada pertengahan 2026. Konsistensi emas dalam mencetak rekor baru menegaskan posisinya sebagai pilihan investasi yang menarik di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global yang terus berkembang.