Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Ekspansi AMAR: Mengukuhkan Dominasi di Pasar Layanan Perbankan Digital

2026-01-23 | 03:44 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-22T20:44:49Z
Ruang Iklan

Ekspansi AMAR: Mengukuhkan Dominasi di Pasar Layanan Perbankan Digital

PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) secara agresif memperluas jangkauan layanan perbankan digitalnya, memanfaatkan ekosistem digital dan inovasi teknologi untuk melayani segmen ritel dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang belum terlayani secara optimal. Strategi ini, yang fokus pada integrasi layanan perbankan tertanam (embedded banking) dan pengembangan produk berbasis kecerdasan buatan (AI), telah menopang kinerja keuangan positif Amar Bank dalam beberapa tahun terakhir.

Amar Bank, yang telah dikenal sebagai pionir bank digital sejak 2014, melaporkan laba bersih sebesar Rp97,79 miliar pada semester I 2024, tumbuh 15% secara tahunan (Year-on-Year). Kinerja ini didorong oleh peningkatan jumlah pengguna aplikasi Amar Bank Digital dan Tunaiku. Per Juni 2024, aplikasi pinjaman digital Tunaiku telah mencapai 20 juta unduhan, dengan total penyaluran pinjaman Amar Bank pada Juni 2024 meningkat 25,3% menjadi Rp2,8 triliun dibandingkan posisi Juni 2023. Sebelumnya, pada kuartal III 2024, laba bersih perseroan mencapai Rp152,26 miliar, meningkat 20,37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan lebih dari 50% penyaluran kredit dialokasikan untuk sektor UMKM produktif.

Presiden Direktur Amar Bank, Vishal Tulsian, menegaskan bahwa strategi embedded banking merupakan fondasi untuk membangun infrastruktur layanan keuangan yang dapat diadopsi lintas ekosistem. Pendekatan ini terwujud dalam kemitraan strategis dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) yang diumumkan pada Januari 2026. Melalui kolaborasi ini, Amar Bank mengimplementasikan kapabilitas embedded banking pada kanal digital MRT Jakarta, termasuk aplikasi MyMRTJ, dan berperan sebagai payment channel di ekosistem pembayaran MRT Jakarta. Integrasi ini memungkinkan pengguna MyMRTJ mengakses transaksi dan layanan keuangan secara lebih mulus, termasuk melalui penempatan banner yang mengarahkan ke aplikasi Tunaiku. Amar Bank telah memperluas penerapan embedded banking dengan menjangkau mitra strategis di berbagai sektor seperti e-commerce, P2P, payment gateway, agritech, dan edutech, yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari 10.000 pengguna.

Sejarah Amar Bank mencatat transformasi signifikan di bawah kepemimpinan Vishal Tulsian, dari bank konvensional menjadi bank digital sepenuhnya. Pada tahun 2023, Amar Bank berhasil mencatat laba bersih Rp177,9 miliar, tumbuh 214,5% secara tahunan, dengan pendapatan operasional mencapai Rp1,3 triliun. Peningkatan ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih 40,5% dan pendapatan non-bunga 48,7%. Vishal Tulsian menekankan bahwa perbankan digital memiliki potensi besar untuk memperluas akses keuangan, meningkatkan efisiensi, dan menjadi motor penggerak ekonomi digital di Indonesia.

Fokus Amar Bank pada segmen UMKM selaras dengan peluang ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang. Data Kementerian Perdagangan 2023 menunjukkan bahwa dari 65 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 22 juta atau 33,6% yang telah bertransformasi ke digital. Amar Bank berkomitmen mendukung digitalisasi UMKM dengan menyediakan solusi kredit yang mudah diakses bagi segmen yang kurang terlayani. Hingga kuartal I 2025, aplikasi pinjaman online Tunaiku telah menyentuh 25 juta pengguna sejak diluncurkan dan mencatat total penyaluran dana mencapai Rp15 triliun. Lebih dari 400.000 pelaku UMKM telah dilayani oleh Tunaiku. Aplikasi Amar Bank Digital juga telah menghimpun lebih dari 1.051.849 pengguna, tumbuh 61,48% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan transaksi QRIS yang meningkat pesat tiga kali lipat.

Regulasi mendukung inovasi layanan digital perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengeluarkan Peraturan OJK Nomor 21 Tahun 2023 tentang Layanan Digital oleh Bank Umum, yang menggantikan POJK sebelumnya. Peraturan ini mengakomodasi ekspektasi masyarakat akan layanan bank yang cepat, aman, dan efisien, serta mendorong bank untuk terus berinovasi sambil memperhatikan aspek manajemen risiko, keamanan data nasabah, dan perlindungan konsumen. SVP Finance Amar Bank, David Wirawan, menjelaskan bahwa bank berkomunikasi secara berkelanjutan dengan OJK untuk menunjukkan dampak positif digitalisasi, termasuk dengan kehati-hatian terhadap potensi fraud.

Meskipun prospek perbankan digital di Indonesia menjanjikan dengan penetrasi internet yang mencapai 78,19% pada 2023 dan bonus demografi, persaingan di sektor ini sangat ketat. Bank-bank digital perlu terus berinovasi dan memperkuat fundamental untuk mempertahankan posisi. Amar Bank menargetkan pertumbuhan kinerja kredit dua digit dengan strategi penyaluran kredit yang prudent dan memanfaatkan analisis data serta kecerdasan buatan (AI) untuk manajemen risiko yang efisien. Penguatan integrasi embedded banking dan peningkatan efisiensi operasional melalui otomatisasi robotic process automation (RPA) dan AI menjadi fokus Amar Bank di tahun 2025. Strategi ini diharapkan tidak hanya mendukung pertumbuhan profitabilitas, tetapi juga memperkuat posisi Amar Bank sebagai pemimpin di industri perbankan digital Indonesia yang berkontribusi pada inklusi keuangan.