:strip_icc()/kly-media-production/medias/4112072/original/006568500_1659528503-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-2.jpg)
Direktur PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS), Nely Layanto, pada 15 Januari 2026 resmi membeli 620.200 lembar saham perusahaan dengan nilai total Rp308,86 juta, menegaskan langkah investasinya di emiten jasa pelayaran penunjang industri energi tersebut. Transaksi ini dilakukan dengan harga Rp498 per saham, meningkatkan kepemilikan langsung Nely Layanto dari 0,8838% menjadi 0,8977% dari total saham yang beredar, di tengah penutupan saham WINS yang melemah 1,96% ke level Rp500 pada hari yang sama.
Pembelian saham oleh seorang direktur seringkali diinterpretasikan pasar sebagai sinyal positif mengenai prospek internal perusahaan, mencerminkan keyakinan manajemen terhadap nilai dan arah masa depan bisnis. PT Wintermar Offshore Marine Tbk, yang didirikan pada tahun 1970 dan melantai di bursa pada 2010, merupakan operator kapal pendukung lepas pantai terkemuka di Indonesia, menyediakan layanan maritim komprehensif untuk industri minyak dan gas di pasar domestik dan internasional. Mayoritas pendapatan perusahaan berasal dari segmen kapal milik sendiri.
Langkah investasi Nely Layanto ini terjadi saat harga saham WINS menunjukkan fluktuasi dalam setahun terakhir, bergerak di rentang terendah Rp326 dan tertinggi Rp585. Per 30 September 2025, Wintermar Offshore Marine mencatatkan pendapatan dua belas bulan terakhir sebesar 79,3 juta dolar AS dan laba bersih 12,03 juta dolar AS. Rasio Price-to-Earnings (P/E) perusahaan berkisar antara 10,17 hingga 10,86 kali. Kapitalisasi pasar WINS saat ini mencapai Rp2,23 triliun.
Aksi borong saham ini menarik perhatian karena terjadi pada hari yang sama ketika saham WINS mengalami penurunan. Pada 15 Januari 2026, saham WINS dibuka pada Rp505 dan bergerak di kisaran Rp492 hingga Rp510 sebelum ditutup pada Rp500 per saham. Meskipun pembelian saham oleh direktur umumnya dipandang sebagai indikator kepercayaan, konteks pergerakan harga saham yang berlawanan pada hari transaksi mengundang analisis lebih lanjut tentang motivasi spesifik di balik keputusan investasi tersebut. Nely Layanto sendiri menegaskan bahwa ia bukan pemegang saham pengendali di WINS dan bertanggung jawab penuh atas kebenaran laporan transaksinya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Di Indonesia, transaksi oleh orang dalam (insider trading) diatur ketat oleh OJK melalui Undang-Undang Pasar Modal, khususnya Pasal 95 hingga 99 dan 104, yang melarang orang dalam memanfaatkan informasi yang belum dipublikasikan untuk keuntungan pribadi. Tujuan regulasi ini adalah untuk menjaga integritas pasar dan melindungi investor dari praktik yang tidak adil. Kewajiban pelaporan kepemilikan saham dan setiap perubahannya oleh anggota direksi kepada OJK merupakan bagian dari upaya transparansi ini.
Sebelumnya, Wintermar juga mencatat transaksi kepemilikan saham oleh direksi lainnya. Pada akhir Desember 2025, Direktur Keuangan WINS, Janto Lili, melepas 2,5 juta saham senilai sekitar Rp1,30 miliar dengan alasan kebutuhan pribadi. Pada Agustus 2023, Janto Lili juga telah melepas 1,67 juta saham dengan tujuan pribadi. Perbedaan dalam motif dan arah transaksi oleh para direktur (membeli versus menjual) dapat memicu beragam interpretasi di kalangan investor mengenai prospek internal perusahaan dan kondisi keuangan pribadi manajemen.
Dengan penambahan kepemilikan saham oleh Nely Layanto, pasar akan memantau apakah tindakan ini akan diikuti oleh peningkatan kinerja operasional Wintermar Offshore Marine. Perusahaan terus melakukan diversifikasi bisnis melalui pendirian perusahaan patungan dan entitas anak baru untuk mendukung berbagai bidang usaha maritim lainnya, bertujuan membuka peluang sumber pendapatan baru di masa depan. Perusahaan telah membentuk PT Pulau Kelapa Perkasa yang bergerak di bidang pelayaran dan mendirikan PT Marine Solution Management Services yang bergerak di bidang aktivitas pengelolaan kapal. Keberhasilan strategi diversifikasi ini dan kondisi industri migas global akan menjadi faktor penentu dalam memvalidasi kepercayaan yang ditunjukkan oleh manajemen melalui pembelian saham ini.