:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
Beberapa negara bagian di Amerika Serikat telah secara agresif memposisikan diri untuk mengintegrasikan Bitcoin dan aset digital lainnya ke dalam neraca keuangan negara mereka, menandai pergeseran signifikan dalam strategi investasi publik. Inisiatif ini didorong oleh berbagai faktor, mulai dari potensi lindung nilai terhadap inflasi hingga daya tarik untuk menarik inovasi teknologi blockchain, meskipun volatilitas pasar dan ketidakpastian regulasi masih menjadi perhatian utama.
Pada awal tahun 2025, setidaknya 15 negara bagian di AS telah menyusun rencana untuk membentuk cadangan Bitcoin, mencerminkan peningkatan adopsi cryptocurrency sebagai aset strategis. Wyoming muncul sebagai perintis dalam upaya ini, memperkenalkan House Bill 201 yang memungkinkan hingga 3% dari dana publiknya diinvestasikan dalam Bitcoin. Jika disetujui, dana besar seperti Permanent Wyoming Mineral Trust Fund yang bernilai $11,5 miliar berpotensi mengalokasikan lebih dari $300 juta untuk investasi Bitcoin. Wyoming juga menjadi negara bagian pertama yang memberikan status hukum kepada organisasi otonom terdesentralisasi (DAO), mengakui mereka sebagai entitas hukum terpisah dan memungkinkan mereka untuk terlibat dalam kontrak, memperoleh properti, membuka rekening bank, membayar pajak, dan beroperasi dalam kerangka hukum yang jelas.
Texas telah mengambil langkah nyata, menjadi negara bagian pertama yang membeli Bitcoin, mengalokasikan $5 juta untuk cadangan strategisnya pada tahun 2024. Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk merangkul industri pertambangan kripto, terutama setelah larangan pertambangan di Tiongkok pada tahun 2021, dengan lebih dari 60 operasi pertambangan kripto yang mengonsumsi daya tinggi kini beroperasi di negara bagian tersebut. Lee Bratcher, presiden Texas Blockchain Council, menyatakan bahwa meskipun $5 juta mungkin bukan jumlah yang besar dari anggaran negara bagian senilai $338 miliar, hal itu "mengirimkan sinyal kuat bahwa Texas akan menjadi dan terus menjadi negara bagian yang pro-bisnis yang terbuka terhadap inovasi."
Florida juga secara aktif mengejar integrasi kripto. Pada tahun 2022, Gubernur Ron DeSantis mengumumkan rencana untuk memungkinkan perusahaan membayar pajak dalam bentuk cryptocurrency, khususnya Bitcoin. Baru-baru ini, pada Januari 2026, Florida kembali berupaya membentuk cadangan kripto strategis melalui RUU HB 1039, yang akan mengalokasikan hingga 10% dari dana negara bagian untuk Bitcoin, dengan persyaratan kapitalisasi pasar minimum $500 miliar. Selain itu, Florida mengusulkan penghapusan pajak keuntungan modal negara bagian atas aset digital seperti Bitcoin, XRP, dan Ethereum, sebuah langkah yang bertujuan untuk menarik investor dan mendorong ekonomi negara bagian.
Negara bagian lain juga menunjukkan minat yang kuat. Massachusetts, melalui Senator Peter Durant, mengajukan Senate Docket 422 (SD422) untuk mengalokasikan hingga 10% dari Commonwealth Stabilization Fund senilai $8 miliar ke Bitcoin dan aset digital lainnya. Oklahoma menyusun proposal serupa untuk memperkuat ekonomi negara melalui pembelian Bitcoin. Illinois memajukan House Bill 1844, yang akan membentuk cadangan strategis Bitcoin dan mewajibkan penyimpanan Bitcoin selama minimal lima tahun di kas negara. Utah telah membuat kemajuan signifikan, dengan komite Dewan Perwakilan Rakyatnya memberikan suara 8-1 untuk mengizinkan bendahara negara mengalokasikan hingga 5% dana publik untuk Bitcoin, stablecoin, dan mata uang kripto lainnya dengan kapitalisasi pasar di atas $500 miliar. California juga sedang dalam proses legislatif untuk menerima pembayaran kripto, dengan RUU AB 1180 yang dapat mengarah pada adopsi penuh antara tahun 2026 hingga 2031. Bahkan Louisiana secara resmi mulai menerima Bitcoin dan stablecoin untuk pembayaran melalui dompet pribadi, menggunakan teknologi Bead Pay untuk konversi instan ke dolar, melindungi penerima dari volatilitas harga.
Motivasi di balik pergerakan negara bagian ini beragam. Beberapa melihat Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan devaluasi mata uang fiat, mirip dengan emas. Yang lain melihatnya sebagai peluang untuk menarik investasi, inovasi, dan pekerjaan di sektor teknologi baru, seperti yang diungkapkan oleh Gubernur Florida Ron DeSantis yang mengalokasikan dana untuk bereksperimen dengan teknologi blockchain guna mengoptimalkan fungsi negara. Profesor kebijakan publik Universitas Chicago, Justin Marlowe, mencatat bahwa ini adalah "cara yang relatif murah dan berisiko rendah" bagi gubernur untuk menunjukkan bahwa negara bagian mereka "terbuka terhadap pengembangan bisnis inovatif dalam ekonomi digital."
Namun, langkah-langkah ini tidak luput dari kritik. Volatilitas harga Bitcoin menjadi perhatian utama. Hilary Allen, seorang profesor hukum di American University, memperingatkan bahwa keputusan Texas untuk mendanai cadangan Bitcoin mengirimkan sinyal bahwa "ada pemerintah yang bersedia mendukung mata uang kripto, yang harganya dapat berfluktuasi secara liar." Isu-isu seperti penggunaan energi yang tinggi oleh pertambangan kripto, terutama di Texas, juga menimbulkan kekhawatiran tentang dampak lingkungan dan potensi kenaikan tarif listrik bagi warga biasa.
Meskipun lanskap regulasi kripto di AS masih terfragmentasi di tingkat federal, dengan regulasi yang bervariasi antar negara bagian, dorongan untuk adopsi di tingkat negara bagian terus berlanjut. Pemerintahan federal sendiri juga telah meluncurkan Cadangan Bitcoin Strategis dan Penimbunan Aset Digital, menunjukkan minat institusional yang kuat untuk mengintegrasikan aset digital ke dalam perencanaan infrastruktur nasional dan menyimpan Bitcoin sitaan alih-alih melikuidasinya.
Perlombaan ini menandakan transisi Bitcoin dari aset spekulatif menjadi landasan dalam keuangan global, mendorong bank sentral di seluruh dunia untuk secara resmi mengakui Bitcoin sebagai kelas aset yang sah. Implikasi jangka panjang mencakup potensi diversifikasi portofolio keuangan negara bagian, daya saing ekonomi, dan kemungkinan adopsi yang lebih luas yang dapat membentuk kembali sistem keuangan tradisional di Amerika Serikat.