:strip_icc()/kly-media-production/medias/4816483/original/040342400_1714383611-fotor-ai-20240429134010.jpg)
Sebuah toko Carrefour Express di Arcachon, Prancis, baru-baru ini menawarkan diskon 20 persen yang mengejutkan bagi pelanggan yang memilih untuk membayar menggunakan Bitcoin melalui Lightning Network, sebuah inisiatif lokal yang menarik perhatian global terhadap potensi mata uang kripto dalam transaksi ritel sehari-hari. Langkah ini, meskipun tidak diakui sebagai kebijakan korporat Grup Carrefour secara keseluruhan, menyoroti eksplorasi yang berkembang dalam penggunaan aset digital di sektor konsumen.
Penawaran diskon substansial ini pertama kali muncul di Arcachon, dan laporan serupa sebelumnya juga terjadi di Rouen, Prancis, yang dengan cepat menjadi viral di media sosial dan platform berita kripto. Para pengamat industri, termasuk mantan CEO Binance, Changpeng Zhao, menyatakan keheranannya atas margin keuntungan supermarket yang biasanya tipis, yang membuat diskon 20 persen tampak tidak biasa. Zhao mencatat bahwa ia "tidak menyangka margin Carrefour bisa mendukung diskon sebesar 20 persen".
Analis pasar menunjukkan bahwa diskon tersebut kemungkinan besar dipandang oleh pengelola waralaba sebagai "biaya akuisisi" Bitcoin, dengan harapan untuk menahan aset tersebut dalam jangka panjang sebagai bagian dari strategi investasi. Pembayaran melalui Lightning Network Bitcoin memungkinkan penyelesaian transaksi yang sangat cepat dengan biaya pemrosesan yang jauh lebih rendah dibandingkan metode pembayaran tradisional, yang dapat mengurangi biaya terkait kartu kredit dan mempercepat akses ke dana bagi pedagang. Biaya transaksi untuk kripto dapat serendah 0,2%, jauh di bawah biaya 2-4% yang dikenakan oleh gateway kartu tradisional.
Penerimaan mata uang kripto dalam ritel menawarkan beberapa keuntungan yang menarik bagi bisnis. Ini termasuk potensi untuk memperluas basis pelanggan ke segmen pembeli yang melek teknologi, meningkatkan keamanan transaksi melalui teknologi blockchain yang transparan dan tidak dapat diubah, serta mengurangi risiko penipuan dan penolakan pembayaran. Selain itu, kecepatan transaksi kripto yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah dapat meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas, terutama dalam transaksi lintas batas. Data menunjukkan bahwa penerimaan kripto di antara usaha kecil di AS meningkat menjadi 19% pada tahun 2026, naik dari 15% pada tahun 2025, dengan 37% pedagang memiliki pandangan positif terhadap mata uang digital.
Namun, adopsi mata uang kripto secara luas di sektor ritel menghadapi tantangan signifikan. Volatilitas harga Bitcoin dan aset digital lainnya tetap menjadi perhatian utama bagi hampir separuh pengguna kripto. Sebuah studi Kaspersky menemukan bahwa 48% pengguna kripto khawatir kehilangan uang karena volatilitas. Ketidakpastian regulasi juga menghambat adopsi massal, dengan berbagai negara menerapkan pendekatan yang berbeda dalam mengelola aset digital. Kekhawatiran keamanan siber, meskipun teknologi blockchain intrinsik menawarkan keamanan yang kuat, juga menjadi pertimbangan. Vitaliy Shtyrkin, Chief Product Officer di B2BINPAY, mencatat bahwa adopsi tetap stagnan di bawah 10% pengecer karena model pertanggungjawaban, kustodian, dan kepatuhan yang tidak jelas yang tidak sesuai dengan sistem operasional tradisional.
Grup Carrefour, salah satu raksasa ritel global dengan lebih dari 14.000 toko di 40 negara, telah secara aktif menjajaki inovasi pembayaran digital, termasuk peluncuran "Carrefour Pay" untuk pembayaran seluler dan uji coba pembayaran telapak tangan di toko-toko di Paris. Meskipun demikian, Carrefour Group belum membuat pernyataan resmi mengenai dukungan untuk inisiatif pembayaran Bitcoin di seluruh jaringannya, menegaskan bahwa penawaran 20 persen tersebut adalah hasil dari keputusan manajemen lokal. Laporan keuangan perusahaan untuk semester pertama 2025 menunjukkan fokus pada penghematan biaya dan peningkatan penjualan di pasar utama seperti Prancis, namun tidak ada referensi mengenai adopsi mata uang kripto sebagai strategi grup.
Di luar Carrefour, beberapa pengecer besar telah mengintegrasikan pembayaran kripto. Steak 'n Shake, misalnya, melaporkan peningkatan penjualan 15% pada kuartal keempat 2025 setelah menerima Bitcoin dan menyimpannya sebagai cadangan strategis. SPAR di Swiss dan Emirates Airlines juga telah menerima atau berencana untuk menerima aset digital. Namun, sebagian besar implementasi dalam ritel tetap dalam fase percontohan, menunjukkan kehati-hatian di tengah lingkungan yang terus berkembang. Meskipun demikian, inisiatif lokal seperti yang terlihat di Arcachon dapat berfungsi sebagai katalis untuk mendorong eksplorasi lebih lanjut dan berpotensi membentuk strategi pembayaran global di masa depan.