Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

PGEO Akselerasi Daya: Fondasi Kokoh Ekosistem Hidrogen Hijau

2026-01-18 | 02:29 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T19:29:59Z
Ruang Iklan

PGEO Akselerasi Daya: Fondasi Kokoh Ekosistem Hidrogen Hijau

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) secara agresif meningkatkan kapasitas terpasang panas bumi dan memperkuat ekosistem hidrogen hijau, menandai pergeseran strategis perusahaan dari sekadar produsen listrik menuju penyedia solusi energi bersih terintegrasi. Langkah ini sejalan dengan ambisi Indonesia untuk mencapai swasembada energi nasional dan target Net Zero Emissions pada 2060. Pada tahun 2025, PGEO berhasil meningkatkan kapasitas terpasang dari 672 megawatt (MW) menjadi 727 MW dengan beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 MW pada Juni 2025.

Ekspansi kapasitas ini merupakan bagian dari peta jalan yang lebih besar untuk mencapai 1 gigawatt (GW) dalam 2-3 tahun ke depan, sekitar 1,5 GW pada tahun 2030, dan 1,8 GW pada tahun 2033. Untuk merealisasikan target tersebut, PGEO tengah menggarap sejumlah proyek strategis, termasuk pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW yang ditargetkan beroperasi penuh pada tahun 2030. Selain itu, perseroan juga memulai eksplorasi proyek greenfield PLTP Gunung Tiga di Lampung dengan potensi kapasitas sekitar 55 MW. Upaya pengembangan juga mencakup kolaborasi melalui penandatanganan Heads of Agreement (HoA) dengan PLN Indonesia Power yang difasilitasi Danantara Indonesia untuk 19 proyek panas bumi dengan total kapasitas mencapai 530 MW. Empat proyek PGEO juga telah terpilih masuk dalam Blue Book Bappenas 2025-2029, membuka peluang dukungan pembiayaan internasional hingga 613 juta dolar AS.

Julfi Hadi, Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan pijakan awal untuk membangun rantai bisnis hijau yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Penegasan komitmen PGEO terhadap transisi energi bersih juga diwujudkan melalui inisiatif "Beyond Electricity," yang memperluas pemanfaatan panas bumi di luar sektor ketenagalistrikan. Puncak dari strategi ini adalah peluncuran Pilot Project Green Hydrogen Ulubelu di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, pada Agustus/September 2025. Fasilitas percontohan ini dirancang untuk memproduksi hidrogen hijau hingga sekitar 100 kilogram per hari dengan tingkat efisiensi tinggi, berkisar 82-88 persen, dan ditargetkan beroperasi penuh pada kuartal ketiga 2026.

Pengembangan hidrogen hijau ini memanfaatkan kapasitas panas bumi sebesar 300 MW yang disiapkan PGEO di beberapa lokasi seperti Lahendong, Bengkulu, Lampung, dan Aceh, yang juga akan mendukung produksi amonia hijau dan pembangunan pusat data hijau. Untuk mempercepat pengembangan, PGEO juga menjalin perjanjian studi bersama dengan PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), untuk mengkaji pengembangan, penyimpanan, dan distribusi hidrogen hijau dan amonia hijau. Direktur Operasi PGEO, Ahmad Yani, menekankan bahwa strategi ini berupaya menghadirkan solusi energi bersih yang inklusif dan inovatif, sekaligus memperkuat peran panas bumi sebagai penopang transisi dan swasembada energi nasional. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, mengapresiasi inisiatif ini, menyebut hidrogen hijau sebagai energi alternatif rendah emisi yang diyakini menjadi terobosan dalam transisi energi global.

Indonesia, sebagai negara dengan cadangan panas bumi terbesar kedua di dunia, memiliki potensi besar untuk menjadi raksasa energi hijau global. PGEO sendiri mengelola sekitar 70 persen dari total kapasitas panas bumi nasional, dengan potensi pengurangan emisi karbon hingga 9,7 juta ton CO2 per tahun. Analis pasar menilai prospek PGEO cerah, didukung oleh dukungan pemerintah terhadap energi baru terbarukan dan proyeksi pertumbuhan pasar domestik hidrogen hijau dan amonia hijau yang signifikan pada tahun 2030. Namun, tantangan seperti kebutuhan investasi besar dan pengembangan teknologi tetap menjadi perhatian dalam perjalanan mencapai target ambisius ini.