:strip_icc()/kly-media-production/medias/3103085/original/045581100_1586948201-20200415-Pergerakan-IHSG-Turun-Tajam-5.jpg)
Batubara Development Pte Ltd, salah satu pemegang saham utama PT Singaraja Putra Tbk (SINI), telah melepas 3,5 juta lembar saham SINI dalam serangkaian transaksi pada 9 hingga 14 Januari 2026, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 50,75 miliar. Divestasi ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah saham yang beredar di masyarakat.
Pelepasan saham ini dilaksanakan secara bertahap. Pada 9 Januari 2026, Batubara Development Pte Ltd menjual 1 juta saham SINI dengan harga Rp 13.200 per lembar. Kemudian, pada 13 Januari 2026, sebanyak 1,5 juta saham dilepas pada harga Rp 14.500 per saham. Transaksi terakhir dalam periode ini terjadi pada 14 Januari 2026, dengan penjualan 1 juta saham SINI seharga Rp 15.800 per saham. Setelah serangkaian transaksi ini, kepemilikan Batubara Development Pte Ltd dalam SINI berkurang menjadi 74,53 juta saham, setara dengan 15,49% dari total saham, turun dari sebelumnya 16,22% atau 78,03 juta saham.
Langkah divestasi ini terjadi di tengah lonjakan signifikan harga saham SINI di pasar. Pada 15 Januari 2026, saham SINI ditutup menguat 9,91% mencapai Rp 17.475 per saham, melanjutkan kenaikan 32,39% dalam lima hari perdagangan terakhir. Bahkan, dalam kurun waktu satu bulan hingga 17 Januari 2026, saham SINI melonjak hampir 90%, dari level Rp 9.200 per saham pada 17 Desember 2025. Penguatan ini juga dipicu oleh sentimen akuisisi saham publik SINI oleh entitas PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) melalui Kreasi Jasa Persada.
Batubara Development Pte Ltd adalah perusahaan yang terafiliasi dengan Happy Hapsoro, memiliki kepentingan di sektor pertambangan batubara dan perusahaan kayu. Keterlibatan perusahaan ini di SINI bermula dari akuisisi saham pada akhir November 2022, bersama dengan PT Autum Prima Indonesia dan PT Basis Energi Prima, yang secara kolektif menguasai 70% saham SINI.
PT Singaraja Putra Tbk sendiri sebelumnya dikenal dengan lini bisnis lain sebelum melakukan diversifikasi ke sektor batubara. Pada Mei 2023, SINI berencana mengakuisisi 75% saham PT Dwi Daya Swakarya (DDS), sebuah perusahaan holding yang memiliki empat entitas anak dengan total cadangan batubara signifikan, senilai Rp 899 miliar. Namun, entitas anak DDS tersebut dilaporkan belum beroperasi secara komersial. Dari sisi fundamental, analisis per Januari 2026 menunjukkan harga saham SINI diperdagangkan di atas nilai wajar, dan perusahaan belum membukukan laba per saham (EPS) positif selama tiga tahun berturut-turut.
Tujuan divestasi untuk meningkatkan jumlah saham beredar di publik, atau free float, dapat diinterpretasikan sebagai upaya untuk memenuhi ketentuan bursa atau meningkatkan likuiditas perdagangan saham SINI. Secara umum, divestasi bisa menjadi strategi untuk mendapatkan dana segar, mengurangi risiko, atau mengalihkan fokus investasi ke aset yang lebih menguntungkan. Dana sebesar Rp 50,75 miliar yang diperoleh Batubara Development Pte Ltd dari penjualan ini berpotensi dialokasikan untuk kebutuhan internal perusahaan atau investasi lainnya.
Di sisi lain, pasar batubara global dan domestik menunjukkan dinamika yang kompleks. Meskipun ada tekanan penurunan harga batubara, beberapa analis melihat potensi pemulihan harga ke kisaran USD 130-180 per ton sebelum tahun 2030, didorong oleh permintaan dari Cina, India, dan negara-negara ASEAN. Namun, sektor ini juga menghadapi tantangan seperti kesulitan pendanaan untuk eksplorasi baru dan dampak kebijakan domestik. Divestasi saham SINI oleh Batubara Development Pte Ltd mungkin juga merefleksikan restrukturisasi portofolio pemegang saham di tengah volatilitas sektor energi.