Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Arthur Hayes Ungkap Proyeksi Bitcoin Bull Run Dahsyat 2026

2026-01-17 | 23:09 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T16:09:33Z
Ruang Iklan

Arthur Hayes Ungkap Proyeksi Bitcoin Bull Run Dahsyat 2026

Mantan CEO BitMEX Arthur Hayes memprediksi Bitcoin akan mengalami kenaikan harga yang signifikan pada tahun 2026, berpotensi mencapai level tertinggi baru sepanjang masa bahkan menembus $500.000, didorong oleh ekspansi likuiditas dolar Amerika Serikat yang diperkirakan. Prediksi ini, yang diuraikan dalam esainya yang berjudul "Frowny Cloud", muncul setelah tahun 2025 yang menurut Hayes menunjukkan kinerja Bitcoin yang "kurang memuaskan", yang diatribusikan pada pengetatan likuiditas dolar.

Hayes, seorang tokoh terkemuka dalam industri mata uang kripto yang dikenal karena analisis makroekonominya yang seringkali kontroversial, secara konsisten berpendapat bahwa pergerakan harga Bitcoin sangat bergantung pada kondisi likuiditas dolar global. Analisisnya mengenai tahun 2025 menyoroti penurunan nilai Bitcoin ke bawah $85.000 setelah crash pasar kripto pada 11 Oktober, dengan harga saat ini sekitar $96.241. Ia berpendapat bahwa stagnasi Bitcoin di sekitar $87.000 hingga $95.000 pada akhir tahun 2025 adalah akibat langsung dari kondisi likuiditas USD yang ketat, yang didorong oleh pengetatan kuantitatif Federal Reserve. Hal ini kontras dengan aset lain seperti emas dan saham teknologi Nasdaq 100, yang mencapai titik tertinggi baru meskipun likuiditas terbatas, berkat faktor-faktor unik seperti pembelian kedaulatan dan pengembangan AI yang disponsori negara.

Untuk tahun 2026, Hayes memproyeksikan peningkatan tajam dalam likuiditas dolar AS, yang menurutnya akan menjadi katalis utama bagi pemulihan dan reli Bitcoin. Ekspansi likuiditas ini diperkirakan berasal dari beberapa sumber, termasuk potensi perluasan neraca Federal Reserve yang secara efektif merupakan "pencetakan uang", penurunan suku bunga hipotek, peningkatan pinjaman bank komersial kepada industri strategis yang didukung pemerintah AS, dan langkah-langkah fiskal yang lebih luas yang bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi. Hayes juga mengidentifikasi pengeluaran pemerintah AS, khususnya di sektor kecerdasan buatan (AI) dan pertahanan, sebagai faktor yang akan mendorong peningkatan likuiditas. Menurutnya, di saat pasokan uang mengembang dan nilai dolar diperkirakan akan turun, investor secara historis mencari aset berisiko seperti Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Prediksi Hayes untuk tahun 2026 ini bukan tanpa landasan historis. Siklus pasar Bitcoin sering dikaitkan dengan peristiwa "halving" yang terjadi kira-kira setiap empat tahun, mengurangi hadiah blok untuk penambang. Meskipun sejarah menunjukkan kenaikan harga yang signifikan setelah halving sebelumnya, Hayes secara spesifik mengambil pandangan bearish jangka pendek di sekitar halving April 2024, memprediksi kemerosotan pasar kripto karena likuiditas dolar yang berkurang dan ekspektasi yang berlebihan. Namun, ia tetap optimis untuk jangka menengah, mengantisipasi pemulihan setelah Mei, seiring dengan perkiraan pelonggaran siklus pengetatan kuantitatif.

Jika perkiraan Hayes tentang lonjakan likuiditas dolar terwujud, implikasinya bagi Bitcoin dan pasar kripto akan substansial. JPMorgan, misalnya, memperkirakan bahwa arus masuk modal ke dalam mata uang kripto akan terus tumbuh pada tahun 2026, didorong terutama oleh investor institusional. Mereka mencatat bahwa tahun 2025 menyaksikan rekor arus masuk sebesar $130 miliar, sepertiga lebih tinggi dari tahun 2024, dengan adopsi Clarity Act di Amerika Serikat yang kemungkinan memainkan peran kunci dalam menstimulasi aktivitas di sekitar pembiayaan ventura dan merger & akuisisi. Hayes sendiri telah menetapkan target harga Bitcoin yang berani, dengan beberapa laporan menyebutkan $500.000 hingga bahkan $750.000 atau $1 juta pada akhir tahun 2026, yang didasarkan pada dinamika kebijakan moneter daripada spekulasi semata. Ia berpandangan bahwa Bitcoin bertindak sebagai aset pelindung terhadap pencetakan uang yang berlebihan, yang nilainya terikat pada dinamika mata uang fiat.