
Puncak arus mudik dan balik libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan. Astra Tol Cipali memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 24-25 Desember 2025, dengan sekitar 130.000 kendaraan melintas pada 25 Desember. Menjelang pergantian tahun, peningkatan volume kendaraan juga berpotensi terjadi pada 28 Desember. Sementara itu, puncak arus balik ke arah Jakarta diproyeksikan terjadi pada 4-5 Januari 2026, dengan perkiraan sekitar 90.000 kendaraan melintasi Tol Cipali.
Prediksi ini sejalan dengan perkiraan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang memproyeksikan sekitar 119,5 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode Nataru 2025/2026, meningkat 2,71% dibandingkan periode sebelumnya. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyampaikan bahwa puncak arus mudik secara nasional diperkirakan terjadi pada 20 dan 24 Desember 2025, serta puncak arus balik pada 4 Januari 2026. Ruas tol utama yang diperkirakan akan mengalami peningkatan volume lalu lintas signifikan termasuk Jakarta–Cikampek, Jakarta–Bogor–Ciawi (Jagorawi), Cipali, Semarang–Solo, serta Surabaya–Gempol.
Untuk mengantisipasi potensi kemacetan, Astra Tol Cipali telah menyiapkan berbagai strategi. Salah satunya adalah pemberian diskon tarif tol sebesar 20 persen bagi seluruh golongan kendaraan. Diskon ini berlaku dalam dua periode, yakni arus mudik pada 22 Desember 2025 pukul 00.00 WIB hingga 23 Desember 2025 pukul 24.00 WIB, dan arus balik pada 31 Desember 2025 pukul 00.00 WIB hingga 24.00 WIB. Selain itu, peningkatan layanan operasional juga dilakukan, termasuk penambahan lajur ketiga pada KM 72 Purwakarta hingga KM 110 Subang, serta perbaikan jalan berupa scrapping, filling, dan overlay di sepanjang ruas Tol Cipali.
Pengelola juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyiapkan skema pengaturan lalu lintas, yang akan diberlakukan secara situasional sesuai diskresi, seperti one way atau contra flow. Kemenhub juga menyiapkan strategi delaying system dan pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas.
Mengingat prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi cuaca ekstrem selama periode Nataru, Astra Tol Cipali juga telah melakukan langkah antisipasi seperti pembersihan saluran air, penyiagaan pompa portabel, material darurat, serta alat berat di titik-titik rawan genangan. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memantau informasi lalu lintas dan cuaca, serta mempertimbangkan penggunaan angkutan umum resmi demi keselamatan dan kenyamanan selama libur Nataru.