
Akses jalan vital Tarutung-Sibolga di Sumatera Utara, yang sempat terputus total akibat bencana banjir dan tanah longsor, kini telah berhasil dibuka sepanjang 38 kilometer dari total 64 kilometer ruas yang terdampak. Pembukaan akses ini menjadi prioritas utama guna memperlancar distribusi bantuan serta memulihkan konektivitas di wilayah yang terisolasi.
Bencana hidrometeorologi, yang dipicu oleh intensitas hujan sangat tinggi hingga 118 mm/hari selama hampir sepekan di wilayah Sibolga, telah melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara sejak 23 November 2025. Akibatnya, lebih dari 40 kecamatan mengalami kerusakan infrastruktur dan gangguan akses transportasi, termasuk di Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Kota Medan, Deli Serdang, Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan, dan Mandailing Natal. Kondisi ini sempat menyebabkan lebih dari 12.000 warga terisolasi dari jangkauan distribusi logistik.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyatakan bahwa prioritas utama penanganan adalah membuka akses jalan agar seluruh bantuan dan peralatan dapat masuk dengan aman. Upaya pembukaan jalur Tarutung-Sibolga-Barus sepanjang 64 kilometer menghadapi tantangan berat, terutama pada titik longsor besar di kilometer 38-39. Kendala utama yang dihadapi tim gabungan adalah keterbatasan ruang pembuangan material longsoran serta banyaknya kendaraan besar yang tertimbun, sehingga pekerjaan harus dilakukan secara hati-hati dan estafet.
Penanganan darurat bencana ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk Kementerian PU melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Dinas PU Provinsi Sumut, Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Utara, TNI, serta dukungan dari kontraktor seperti WIKA, Waskita, dan Hutama Karya. Sebanyak 63 unit alat berat telah dikerahkan di lapangan, dengan 21 unit lainnya dalam proses mobilisasi. Alat berat yang diterjunkan meliputi ekskavator, dozer, backhoe loader, dump truck, mobil tangki air, dan wheel loader.
Hingga 4 Desember 2025, akses jalan Tarutung-Sibolga berhasil dibuka hingga 38 kilometer, meskipun beberapa sumber lain menyebutkan hingga kilometer 39 di Dusun III Pancur Goti, Desa Pagaran Lambung I Parsikaman, Kecamatan Adiankoting. Selain fokus pada pembukaan jalan, personel di lapangan juga turut membantu warga membersihkan rumah mereka dari material longsor. Kementerian PU memastikan penanganan darurat akan terus dilakukan hingga seluruh akses vital berfungsi kembali, dengan koordinasi intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah daerah. Bantuan logistik juga terus disalurkan, bahkan menggunakan helikopter untuk menjangkau wilayah yang masih terisolasi.