Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Tapanuli Selatan Sambut Era Baru: 67 Huntara Segera Dialiri Listrik dan Air Bersih

2025-12-24 | 21:26 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-24T14:26:04Z
Ruang Iklan

Tapanuli Selatan Sambut Era Baru: 67 Huntara Segera Dialiri Listrik dan Air Bersih

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memastikan pembangunan infrastruktur listrik dan air bersih untuk 67 unit hunian sementara (huntara) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (24/12/2025). Langkah ini diambil untuk mendukung relokasi ribuan warga yang terdampak parah oleh bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Program ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang lebih luas, di mana total 267 tenda hunian sementara telah dikirimkan, melebihi target awal 245 unit yang dijanjikan Kementerian ESDM.

Warga yang akan menempati huntara tersebut berasal dari Desa Garoga dan Huta Godang, Kecamatan Batangtoru, yang permukimannya rusak berat dan tidak lagi aman untuk dihuni setelah bencana. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, saat meninjau lokasi di Posko Batuhula, Desa Garoga, pada Selasa (23/12/2025), menyatakan bahwa pemerintah akan segera menarik jaringan listrik ke huntara agar kebutuhan penerangan masyarakat terpenuhi. Selain itu, penyediaan air bersih menjadi prioritas utama, dengan rencana pembangunan sumur bor. Badan Geologi akan dilibatkan untuk memastikan kualitas air layak konsumsi bagi para pengungsi.

Bencana banjir dan longsor di Tapanuli Selatan pada akhir November 2025 menyebabkan kerusakan luas di 13 dari 15 kecamatan yang ada, mengakibatkan sedikitnya 20 jiwa meninggal dunia dan ribuan warga mengungsi. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 4.624 unit rumah rusak di Kabupaten Tapanuli Selatan. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, berkolaborasi dengan PT Agincourt Resources (PTAR), telah menyiapkan lahan seluas 15 hektare untuk relokasi, yang diperkirakan dapat menampung sekitar 700 kepala keluarga. Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, menyambut baik respons cepat dan dukungan teknis dari Kementerian ESDM, khususnya peran Badan Geologi dalam mitigasi bencana lanjutan dan penentuan lokasi hunian yang aman.

Inisiatif ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana di Sumatera Utara. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menginstruksikan percepatan pembangunan hunian, baik sementara maupun permanen, bagi korban bencana. Pembangunan hunian tetap (huntap) juga telah dimulai dengan peletakan batu pertama untuk 227 unit di Tapanuli Selatan. Penyediaan listrik dan air bersih di huntara menjadi langkah krusial agar pengungsi dapat menempati hunian sementara dengan kondisi yang layak, layaknya hunian tetap.

Secara nasional, pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 100% pada tahun 2025, dengan realisasi 99,83% pada akhir 2024. Di Sumatera Utara sendiri, rasio elektrifikasi telah mencapai 99,81% pada 2023. Untuk penyediaan air bersih, Indonesia memiliki program seperti PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) yang telah memberikan manfaat bagi jutaan jiwa di pedesaan, serta program Manunggal Air oleh PLN. Proyek-proyek sanitasi dan air bersih di Indonesia secara keseluruhan diperkirakan bernilai sekitar 1,6 miliar dolar AS. Upaya di Tapanuli Selatan ini selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan nasional untuk memastikan akses energi dan air yang merata bagi seluruh masyarakat.