
Pemerintah, BUMN, dan berbagai lembaga swadaya masyarakat terus mengintensifkan penyaluran bantuan logistik serta operasional alat berat untuk membuka akses jalan yang terputus di sejumlah wilayah terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Barat. Bencana hidrometeorologi yang melanda sejak akhir November 2025 ini telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur jalan dan jembatan, mengisolasi ribuan warga di berbagai kabupaten dan kota.
Data per 6 Desember 2025 mencatat, bencana ini telah mengakibatkan 210 korban meninggal dunia, dengan 214 orang masih dinyatakan hilang, dan 22.354 jiwa terpaksa mengungsi. Total 178.264 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini. Kerusakan juga melanda 1.632 rumah rusak berat, 569 rusak sedang, 1.777 rusak ringan, serta 1.035 unit rumah hilang atau hanyut diterjang arus.
Prioritas utama penanganan saat ini adalah pembukaan akses darat guna memperlancar distribusi bantuan serta memobilisasi warga dan personel. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Sumatera Barat mengoptimalkan pengerahan alat berat untuk memulihkan akses yang rusak. Tercatat 555 titik jalan mengalami kerusakan, meliputi 321 titik jalan kabupaten/kota, 172 titik jalan provinsi, dan 62 titik jalan nasional.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah mengerahkan sekitar 25 unit alat berat seperti ekskavator untuk penanganan jalan nasional di Kabupaten Solok, Agam, dan Tanah Datar. Sementara itu, Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumatera Barat menangani pemulihan jalan provinsi. Selain itu, dibutuhkan 22 unit jembatan darurat tipe bailey untuk menggantikan akses yang terputus di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Kota Pariaman, Padang Pariaman, Solok, Kota Padang, hingga Tanah Datar.
Berbagai pihak turut memberikan dukungan alat berat. PT Hutama Karya (Persero) melalui program TJSL HK Peduli menyalurkan bantuan logistik dan dua unit ekskavator untuk mempercepat pembukaan akses yang terisolasi di lokasi seperti Kecamatan Nanggalo (Kota Padang), Batipuh dan Lembah Anai (Tanah Datar), serta Agam dan Padang Pariaman. Dua unit ekskavator PC-200 dari operator Tol Sicincin–Padang telah ditempatkan di Lembah Anai sejak 28 November 2025. PT Semen Padang juga mengerahkan dua unit loader dan ekskavator untuk pembersihan jalan dan normalisasi sungai di Pauh dan Agam.
Polda Riau juga mengirimkan bantuan alat berat berupa ekskavator, dozer, dan buldoser untuk membuka 11 titik longsor yang menutupi akses jalan utama di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. Upaya ini berhasil menembus akses ke empat jorong (Gumarang I, Gumarang II, Silungkang, dan Tamtaman) dan menjangkau lebih dari 1.500 warga yang terisolasi. Selain itu, Polda Riau juga mengirimkan ribuan alat kerja manual seperti gerobak angkong, cangkul, dan sekop untuk membantu pembersihan di permukiman warga yang tidak terjangkau alat berat.
Distribusi bantuan logistik menjadi prioritas seiring terbukanya akses. Bantuan yang disalurkan meliputi bahan pokok seperti beras, mie instan, susu, biskuit, popok bayi, serta kebutuhan khusus untuk bayi dan lansia. Hutama Karya juga menyediakan WC portabel, tandon air, pompa air, dan genset. ASDP Indonesia Ferry ikut berperan dengan memberangkatkan KMP Jatra II dari Padang menuju Sibolga membawa 50 ton bahan pokok, 7 unit ekskavator, dan 2 dump truk, di mana penumpang dan kendaraan pembawa bantuan dibebaskan dari biaya tiket.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya turut mengirimkan 55 relawan yang terdiri dari tenaga kesehatan, Tagana, BPBD, Satpol PP, Damkar, Dishub, serta operator alat berat. Mereka membawa dua unit alat berat, satu ambulans, satu mobil pemadam kebakaran, serta perlengkapan dapur umum. Tim ini dibagi menjadi dua, dengan satu tim menuju Malalo (Kabupaten Tanah Datar) dan tim lainnya ke Lubuk Minturun (Kota Padang).
Selain itu, Politeknik Negeri Padang (PNP) juga mengerahkan alat berat mini loader dan mini ekskavator, serta tim relawan untuk membersihkan material pascabanjir bandang di Kota Padang, termasuk di kawasan Pasar Baru dan Cek Dam I Universitas Andalas.
Penanganan juga mencakup aspek non-fisik. Polda Riau mengirimkan tim penyembuhan trauma bersama Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk memberikan dukungan psikologis bagi warga terdampak, termasuk anak-anak dan lansia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyalurkan 32 unit perangkat Starlink untuk memulihkan jaringan komunikasi di wilayah terdampak, khususnya di Agam dan Kota Padang. Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansarullah menegaskan tiga prioritas utama saat ini: pembukaan akses, penyediaan air bersih, dan pemenuhan kebutuhan khusus bagi kelompok rentan. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga telah meninjau langsung lokasi terdampak di Kabupaten Agam pada 4 Desember 2025, memastikan pendistribusian bantuan dan fasilitas darurat berjalan baik.