:strip_icc()/kly-media-production/medias/3893147/original/054077900_1641196874-20220103-Pembukaan_Awal_Tahun_2022_IHSG_Menguat-4.jpg)
Robinhood akan meluncurkan aplikasi perdagangan saham dan kripto lokal di Indonesia pada awal tahun 2027, dengan target ratusan ribu pengguna dalam tahun pertama operasinya. Hal ini diungkapkan oleh Patrick Chan, kepala Asia di Robinhood, kepada wartawan di Jakarta pada hari Senin.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi Robinhood di pasar Asia Tenggara yang berkembang pesat. Perusahaan ini sebelumnya telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi perusahaan pialang Indonesia PT Buana Capital Sekuritas dan pedagang aset digital PT Pedagang Aset Kripto. Akuisisi tersebut diharapkan akan rampung pada paruh pertama tahun 2026, menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan Indonesia. Setelah akuisisi, Robinhood berencana untuk terus melayani pelanggan pialang Buana Capital yang sudah ada dengan produk keuangan lokal, sembari secara bertahap memperkenalkan layanan pialang dan perdagangan kripto khas Robinhood, termasuk akses ke ekuitas AS dan aset digital.
Ekspansi di Indonesia ini sejalan dengan upaya global Robinhood untuk memperluas jangkauan dan penawaran produknya. Sebelumnya di tahun 2025, Robinhood telah meluncurkan berbagai produk baru, termasuk token saham dan ETF AS, serta perpetual futures di Uni Eropa. Perusahaan juga telah memperkenalkan fitur staking kripto untuk pelanggan di AS, dimulai dengan Ethereum dan Solana.
Robinhood secara aktif mengembangkan blockchain Layer 2 miliknya sendiri, yang dibangun di atas tumpukan Arbitrum, untuk mengoptimalkan aset dunia nyata yang diberi token. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung perdagangan 24/7, jembatan yang mulus, dan penyimpanan mandiri. Selain itu, Robinhood telah memperluas penawarannya dengan meluncurkan perdagangan berjangka untuk berbagai aset, termasuk mata uang kripto.
Dengan akuisisi dan peluncuran aplikasi baru ini, Robinhood bertujuan untuk memanfaatkan pertumbuhan pasar perdagangan di Indonesia dan membawa layanan inovatifnya ke lebih banyak pengguna, seiring dengan misinya untuk mendemokratisasikan keuangan. Analis juga mencatat bahwa Robinhood terus mengembangkan portofolio produknya untuk melayani investor ritel dan pedagang yang lebih canggih, dengan fokus pada perluasan pangsa pasar di ekuitas dan kripto.