Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Strategi Agresif BIRD: Pacu Kinerja Signifikan Jelang Tutup Buku

2025-12-15 | 22:43 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-15T15:43:48Z
Ruang Iklan

Strategi Agresif BIRD: Pacu Kinerja Signifikan Jelang Tutup Buku

PT Blue Bird Tbk (BIRD) terus memacu kinerja cemerlangnya menjelang akhir tahun, didukung oleh strategi komprehensif yang mencakup ekspansi armada, transformasi digital, dan pertumbuhan segmen non-taksi. Emiten transportasi ini optimistis dapat mempertahankan target pertumbuhan kinerja dua digit hingga akhir tahun 2024.

Sepanjang tahun 2024, Blue Bird membukukan laba bersih sebesar Rp585,2 miliar, meningkat 29,19% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai Rp453 miliar. Pendapatan bersih perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 13,95% menjadi Rp5,03 triliun pada 2024 dari Rp4,42 triliun pada tahun sebelumnya. Capaian ini sejalan dengan target manajemen untuk pertumbuhan dua digit, di mana pada paruh pertama 2024, pendapatan BIRD telah tumbuh 11% secara tahunan.

Salah satu jurus utama Blue Bird adalah alokasi belanja modal (capex) yang agresif untuk peremajaan dan penambahan armada. Perusahaan mengalokasikan Rp2,5 triliun untuk capex di tahun 2024, dengan lebih dari 50% di antaranya sudah terserap hingga pertengahan tahun. Dana ini mayoritas digunakan untuk pengadaan 7.000 armada baru, termasuk kendaraan non-taksi dan kendaraan listrik (EV). Blue Bird memiliki target ambisius untuk memperluas armada EV-nya menjadi 3% dari total armada pada tahun 2024, dan mencapai 20% pada tahun 2030, dari saat ini sekitar 1%.

Pertumbuhan segmen non-taksi menjadi pendorong kinerja yang kuat. Pada tahun 2024, sekitar 29% dari total pendapatan Blue Bird berasal dari bisnis non-taksi, yang mencakup layanan limusin, sewa mobil, sewa bus, dan logistik. Segmen ini menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat, dengan kenaikan 48,0% secara tahunan pada kuartal ketiga 2024, dibandingkan segmen taksi yang tumbuh 5,8% secara tahunan.

Selain itu, Blue Bird terus menguatkan strategi transformasi digitalnya melalui pendekatan 3M (Multi-produk, Multi-saluran, Multi-pembayaran) dan pengembangan aplikasi MyBluebird. Perluasan layanan juga dilakukan ke wilayah baru seperti Balikpapan dan Samarinda untuk memenuhi permintaan yang meningkat, terutama di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pada kuartal ketiga 2024, Blue Bird berhasil mencatat laba bersih Rp176 miliar, melesat 69,2% secara tahunan, dengan pendapatan bersih Rp1,34 triliun, naik 10,7% secara kuartalan atau 17,5% secara tahunan. Meski laba bersih pada kuartal pertama 2024 sempat turun 6,8% secara tahunan menjadi Rp117,3 miliar akibat kenaikan beban operasional, pendapatan tetap tumbuh 7,1% secara tahunan menjadi Rp1,12 triliun.

Kinerja positif ini juga tercermin dalam pandangan analis. Sejumlah analis merekomendasikan "BUY" untuk saham BIRD, dengan kisaran target harga antara IDR 2.250 hingga IDR 2.700. Saham BIRD juga dianggap undervalued oleh beberapa analis, menawarkan peluang investasi jangka panjang. Blue Bird juga dikenal rutin membagikan dividen tahunan, dengan dividen per saham terakhir sebesar IDR 120,00 dan imbal hasil dividen (TTM)% sebesar 7,02%. Pada penutupan perdagangan tanggal 9 Desember 2025, harga saham BIRD berada di IDR 1.725,00.