Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Putin Jamin Minyak untuk India, Abaikan Peringatan Keras AS

2025-12-06 | 22:47 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-06T15:47:38Z
Ruang Iklan

Putin Jamin Minyak untuk India, Abaikan Peringatan Keras AS

Presiden Rusia Vladimir Putin pada 5 Desember 2025 menegaskan kembali komitmen negaranya untuk menyediakan pasokan minyak dan bahan bakar "tanpa henti" kepada India, di tengah meningkatnya tekanan dan ancaman sanksi dari Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan Putin saat kunjungannya ke New Delhi dalam pertemuan puncak dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, yang bertujuan untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menegaskan kembali kemitraan mereka yang telah berlangsung lama dan tangguh, dengan Modi menyebut hubungan India-Rusia sebagai "bintang kutub" yang stabil di tengah gejolak global. Mereka menyepakati program kerja sama ekonomi hingga tahun 2030, dengan target peningkatan perdagangan bilateral menjadi 100 miliar dolar AS. Keamanan energi diakui sebagai pilar penting dalam hubungan mereka.

Di sisi lain, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump telah berupaya keras menekan India agar mengurangi ketergantungannya pada minyak Rusia. Pada Agustus 2025, AS memberlakukan tarif impor sebesar 25% pada sebagian besar produk India, menyoroti pembelian minyak Rusia yang didiskon oleh New Delhi. Langkah ini diikuti dengan sanksi pada Oktober 2025 terhadap dua produsen minyak utama Rusia, Lukoil dan Rosneft. Washington berpendapat bahwa pembelian minyak Rusia oleh India turut mendanai upaya perang Rusia di Ukraina.

Impor minyak mentah Rusia oleh India telah meningkat pesat sejak konflik di Ukraina, mencapai hampir 36% dari total impor minyak mentah India pada tahun 2024. Namun, akibat tekanan sanksi AS, impor minyak mentah Rusia oleh India menurun signifikan pada November 2025, dan diperkirakan akan mencapai tingkat terendah dalam hampir empat tahun pada awal tahun 2026. Beberapa penyuling besar India, termasuk Reliance Industries, telah menangguhkan pesanan minyak Rusia baru dan beralih ke pemasok lain.

Pemerintah India menyatakan bahwa keputusannya didasarkan pada kepentingan pasarnya dan menekankan komitmennya terhadap tatanan dunia "multipolar". Pejabat India juga menegaskan bahwa mereka mematuhi sanksi internasional.

Selain kerja sama di sektor minyak, India dan Rusia juga memperluas kolaborasi di berbagai bidang lain, termasuk energi nuklir sipil, khususnya pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kudankulam, pertahanan, mineral kritis, dan eksplorasi antariksa. Kedua negara juga sedang menjajaki perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Ekonomi Eurasia.