Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pintu Meroket: Pengguna Baru Melonjak di Tengah Gejolak Pasar Kripto

2025-12-22 | 20:50 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-22T13:50:46Z
Ruang Iklan

Pintu Meroket: Pengguna Baru Melonjak di Tengah Gejolak Pasar Kripto

Pintu, platform investasi dan perdagangan aset kripto terkemuka di Indonesia, mencatat lonjakan pertumbuhan pengguna dan volume transaksi yang signifikan sepanjang tahun 2024 hingga awal 2025, terjadi di tengah periode volatilitas pasar kripto global yang mencolok. Volume perdagangan Pintu melonjak lebih dari 150 persen secara tahunan dari Januari 2024 hingga Januari 2025, dengan Pengguna Perdagangan Bulanan (MTU) meningkat lebih dari 100 persen dalam rentang waktu yang sama. Aplikasi Pintu juga telah diunduh lebih dari 10 juta kali pada Juli 2025, seiring MTU mencapai level tertinggi sejak 2021.

Pertumbuhan ini menegaskan posisi Pintu sebagai pemain kunci dalam ekosistem kripto Indonesia yang sedang berkembang pesat. Pada 2024, nilai transaksi aset kripto di Indonesia mencapai Rp650,6 triliun, meningkat 335,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang Januari hingga November 2024, nilai transaksi aset kripto di Indonesia tercatat sebesar Rp556,53 triliun, naik 356,16 persen dari periode yang sama pada 2023. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 22,11 juta hingga November 2024, meningkat dari 21,63 juta pada Oktober 2024. Sementara itu, per April 2025, jumlah investor kripto di Indonesia mencapai 14,16 juta orang menurut OJK. Indonesia sendiri menduduki peringkat ketiga secara global dalam Indeks Adopsi Kripto Global 2024 menurut Chainalysis. Meskipun peringkat tersebut bergeser ke posisi ketujuh pada Indeks Adopsi Kripto Global 2025, pergeseran ini disebabkan oleh perubahan metodologi Chainalysis yang kini lebih menekankan aktivitas institusional daripada adopsi ritel dan DeFi murni.

Volatilitas pasar kripto global pada 2024 dan 2025 tidak menghambat Pintu. Kapitalisasi pasar kripto global meningkat 97,7 persen pada 2024, mencapai $3,40 triliun pada kuartal keempat. Harga Bitcoin menunjukkan fluktuasi signifikan, menembus $100.000 pada akhir 2024 sebelum mengalami koreksi pada awal 2025. Namun, volatilitas Bitcoin terkompresi hingga sekitar 50 persen pada 2025, dengan volatilitas tersirat mencapai level terendah dalam dua tahun sebesar 37 persen. Di Pintu, pertumbuhan didorong oleh tren aset digital baru; token AI mengalami lonjakan volume perdagangan hingga 1.200 persen, sementara token meme tumbuh 230 persen dari Januari 2024 hingga Januari 2025. Timothius Martin, Chief Marketing Officer Pintu, menyatakan bahwa tahun 2024 menandai tonggak bersejarah bagi pasar kripto global dan Indonesia. Ia juga mencatat bahwa produk perdagangan derivatif kripto Pintu, Pintu Futures, mencetak rekor pertumbuhan lebih dari 170 persen secara bulanan pada Juli 2025.

Pintu, yang diluncurkan pada April 2020, memfokuskan strateginya pada edukasi dan diversifikasi produk untuk menarik dan mempertahankan basis pengguna. Perusahaan ini menyediakan bagian akademi dalam aplikasinya untuk mengajarkan dasar-dasar investasi kripto kepada pengguna. Jeth Soetoyo, Pendiri dan CEO Pintu, menekankan pentingnya edukasi dalam industri kripto, percaya bahwa adopsi kripto di Indonesia masih dalam tahap awal. Pintu juga terus berinovasi dengan mengembangkan produk baru seperti Pintu Web3 Wallet, dompet Web3 pertama di Indonesia, serta Pintu Earn, Pintu Staking, Auto DCA, dan Pintu Pro.

Kerangka regulasi yang semakin jelas di Indonesia turut berkontribusi pada kepercayaan investor. Sejak Januari 2025, pengawasan aset kripto secara resmi beralih dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sesuai dengan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). OJK telah merilis daftar 29 bursa kripto berlisensi, termasuk Pintu, pada 22 Desember 2025, melegalkan operasi mereka di negara ini dan bertujuan memperkuat perlindungan konsumen serta regulasi aset keuangan digital. Di Indonesia, aset kripto diakui sebagai komoditas dan legal untuk diperdagangkan, namun bukan sebagai alat pembayaran. Pembentukan bursa kripto nasional (CFX), lembaga kliring, dan penyimpanan aset kripto pada Juli 2023 juga meningkatkan keamanan bagi pengguna kripto Indonesia.

Dengan dominasi pengguna berusia 18 hingga 30 tahun, yang mewakili lebih dari 60 persen investor kripto di Indonesia, pasar ini didorong oleh demografi muda yang melek teknologi. Popularitas aset seperti USDT, Ethereum, Bitcoin, Pepe, dan Solana di kalangan investor Indonesia menunjukkan minat yang beragam dalam ekosistem kripto. Pintu berencana untuk terus memperluas operasinya dengan menambahkan lebih banyak aset, kompatibilitas blockchain, staf, serta produk dan layanan baru, menegaskan komitmennya untuk mengukuhkan posisi di pasar. Seiring Indonesia terus memposisikan diri sebagai salah satu pemimpin pasar kripto global, fokus pada edukasi, inovasi produk, dan kepatuhan regulasi menjadi kunci bagi pertumbuhan berkelanjutan Pintu dan seluruh industri.