
PT Pertamina (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan kerja yang inklusif dan ramah difabel, menegaskan kesetaraan kesempatan bagi para penyandang disabilitas di seluruh lini bisnisnya. Hingga November 2025, jumlah tenaga kerja penyandang disabilitas di Pertamina tercatat mencapai 2,52 persen dari total pekerja. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari posisi Juni 2024, di mana 1,75 persen dari 4.500 karyawan di kantor pusat holding dan subholding merupakan penyandang disabilitas, dengan target mencapai 2,18 persen pada akhir tahun 2024.
Komitmen ini ditegaskan melalui peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 yang digelar Pertamina pada 3 Desember 2025 di Jakarta, mengusung tema "Berkarya Tanpa Batas: Etika Kerja, Komunikasi, dan Berfokus Pada Solusi". Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk membangun lingkungan kerja yang setara dan mendukung, termasuk mengakomodasi seluruh rekan penyandang disabilitas. Ia menekankan upaya untuk menghapus stigma, menghilangkan diskriminasi, serta memberikan ruang bagi teman-teman disabilitas untuk berkarya secara maksimal. Pernyataan ini selaras dengan Asta Cita keempat Pertamina yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan kesetaraan.
Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina, Andy Arvianto, menambahkan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menguatkan aksi nyata mendorong budaya inklusif. Pertamina telah mengimplementasikan berbagai kebijakan terkait pengembangan SDM disabilitas, termasuk program peningkatan kompetensi, standarisasi fasilitas, dan penyediaan aksesibilitas di seluruh lingkungan kerja. "Prinsip equity harus ditegakkan, sehingga setiap rekan disabilitas mendapatkan fasilitas dan dukungan sesuai kebutuhan. Semua pekerja Pertamina memiliki hak yang sama dalam pengembangan karier," tegas Andy.
Salah satu wujud nyata komitmen ini terlihat dari adanya penyandang disabilitas yang telah mencapai posisi jajaran pimpinan perusahaan, termasuk Vice President di fungsi finance. SPV Human Capital Development PT Pertamina, Edy Karyanto, pada Juni 2024 juga menekankan bahwa kompetensi dan kredibilitas peran adalah hal yang dibutuhkan perusahaan, sesuai dengan deskripsi pekerjaan dan lingkungan kerja.
Berbagai program inklusi juga telah diluncurkan oleh Pertamina di berbagai daerah. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, melalui Integrated Terminal Bitung, pada 6 Desember 2025 meluncurkan Program PADU (Pusat Ajar Disabilitas Unggul). Program ini menyediakan lima kelas pelatihan vokasional yang relevan dengan kebutuhan industri lokal, meliputi membatik, produksi kriya, barista, menjahit, dan dasar komputer, yang difasilitasi oleh tutor profesional dan membuka peluang magang serta kerja. Di Bali, Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai memperkuat ekosistem inklusi melalui program Sahabat Disabilitas Ubud, mendukung Yayasan Cahaya Mutiara Ubud dengan perbaikan fasilitas, perlengkapan katering, kasir pintar, hingga pelatihan pemasaran digital. Sementara itu, di Jawa Tengah, Pertamina menargetkan 650 penerima manfaat disabilitas melalui berbagai program pemberdayaan, dengan dukungan dana lebih dari Rp 2,5 miliar.
Fasilitas fisik juga terus ditingkatkan. PT Pertamina Retail (PERTARE) pada 5 Desember 2025 telah menghadirkan fasilitas ramah disabilitas di SPBU COCO 31.126.01 Lenteng Agung, Jakarta, meliputi area parkir khusus dan toilet yang lebih luas dengan pegangan tangan. Perusahaan berharap dapat memperluas penerapan fasilitas serupa di jaringan SPBU COCO lainnya.
Tidak hanya itu, Pertamina juga memperluas akses informasi digital. Pada 17 September 2025, Pertamina meluncurkan tampilan baru sistem layanan informasi berbasis website yang ramah disabilitas. Website ini dilengkapi fitur-fitur aksesibilitas seperti peningkatan kontras, pembesaran teks, pengaturan jarak antar teks, penyorotan tautan, dan opsi ramah disleksia, serta kemampuan untuk menghentikan animasi dan menyesuaikan tinggi baris tulisan.
Rustina Sari, seorang pekerja disabilitas dari PT Kilang Pertamina Internasional, mengungkapkan rasa bangga dan termotivasi untuk menjadi bagian dari lingkungan kerja yang mendukung di Pertamina, dengan harapan perusahaan akan merekrut lebih banyak lagi teman disabilitas dan lebih sering melibatkan mereka di seluruh divisi. Komitmen Pertamina ini menunjukkan upaya nyata dalam membangun ekosistem kerja yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua individu.