Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pembangkit Listrik Diesel Dipensiunkan: Era Baru Energi Bersih Indonesia

2025-12-08 | 22:09 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-08T15:09:09Z
Ruang Iklan

Pembangkit Listrik Diesel Dipensiunkan: Era Baru Energi Bersih Indonesia

Indonesia tengah gencar melakukan upaya penghentian operasional pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) secara bertahap, menandai era baru dalam transisi energi nasional. Komitmen ini didorong oleh faktor lingkungan dan ekonomi yang mendesak. Pemerintah, melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, telah menyatakan komitmen untuk menghentikan seluruh operasi PLTD dalam kurun waktu tiga tahun ke depan sejak tahun 2020. Target penyelesaian program "dedieselisasi" ini diharapkan rampung pada tahun 2024.

Langkah penghentian operasional PLTD ini merupakan bagian dari strategi besar untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menekan biaya produksi listrik. Pembangkit listrik tenaga diesel dikenal memiliki dampak signifikan terhadap lingkungan, termasuk polusi udara dan suara, serta kontribusi terhadap pemanasan global, hujan asam, dan penipisan lapisan ozon. Dari segi ekonomi, operasional PLTD sangat mahal karena tingginya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan fluktuasi harga minyak dunia. Pada tahun 2020, konsumsi BBM untuk PLTD PLN mencapai 2,7 juta kiloliter dengan biaya sebesar Rp 16 triliun. Rata-rata biaya pokok produksi (BPP) listrik dari PLTD di Indonesia mencapai Rp4.791/kWh pada tahun 2024. Penggantian PLTD dengan energi terbarukan diperkirakan dapat menghemat biaya operasional secara signifikan.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, PT PLN (Persero) pada tahun 2022 telah meluncurkan program penggantian diesel (Diesel Replacement Programme/DRP) dengan target mengkonversi sekitar 5.200 unit PLTD menjadi pembangkit berbasis energi terbarukan (EBT). Rencana jangka pendek PLN mencakup pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 0,2 GW di 94 lokasi dengan investasi senilai $700 juta. Selain itu, PLN berencana mengkonversi 499 MW PLTD ke PLTS dan sistem penyimpanan energi berbasis baterai (BESS), yang diproyeksikan dapat mengurangi konsumsi BBM sebesar 67.000 kiloliter per tahun dan menurunkan emisi karbon hingga 0,3 juta ton. Tahap pertama konversi akan menyasar 212 MW PLTD di 183 lokasi, terutama di daerah terpencil yang tidak terhubung jaringan listrik utama (off-grid).

Kolaborasi dengan mitra internasional juga berperan penting. GEAPP Indonesia, bekerja sama dengan pemerintah dan PLN, meluncurkan proyek REAL (Renewable Energy Access for the Last Mile) untuk memfasilitasi transisi dari diesel ke energi terbarukan, dengan target menghasilkan 256 MWp energi terbarukan. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar tradisional, meningkatkan bauran EBT, menurunkan biaya listrik, dan meningkatkan keandalan pasokan energi.

Meskipun upaya dedieselisasi berjalan, tantangan masih ada. Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, memiliki lebih dari 2.000 pulau yang masih bergantung pada PLTD atau belum teraliri listrik, menyebabkan sekitar 20-25 juta orang mengalami kemiskinan energi. Kendati ada komitmen untuk "mengurangi secara bertahap" (phase down) penggunaan bahan bakar fosil, beberapa pihak menekankan bahwa ini bukan "penghentian total" (phase out) untuk semua jenis bahan bakar fosil. Hingga tahun 2024, kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional masih sekitar 14,68%, masih jauh dari target 23% pada tahun 2025. Meskipun demikian, tren penurunan biaya energi terbarukan, seperti PLTS, menunjukkan potensi ekonomi yang semakin menarik di masa depan.