
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah mengintensifkan peningkatan layanan penyeberangan di lintas Merak-Bakauheni menjelang periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), sebagai bagian dari upaya komprehensif untuk menjamin kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan perjalanan masyarakat. Penguatan ini berfokus pada peningkatan kapasitas, digitalisasi layanan, serta manajemen lalu lintas yang terintegrasi.
Salah satu inovasi utama adalah pengoperasian layanan Kapal Express II, yang kini memungkinkan layanan Express tersedia melalui dua dermaga di Pelabuhan Merak maupun Bakauheni. Layanan ini resmi beroperasi mulai Senin, 1 Desember 2025. Direktur Operasional dan Transformasi ASDP, Rio Lasse, menyatakan bahwa langkah ini merupakan penyempurnaan tata kelola operasional secara menyeluruh demi menciptakan ritme perjalanan yang lebih stabil, cepat, dan nyaman, khususnya saat periode Nataru.
Dalam hal kapasitas, ASDP akan mengoperasikan hingga 47 unit kapal feri pada masa puncak, yang secara harian mampu menampung sekitar 25.000 kendaraan di tujuh dermaga utama Merak-Bakauheni. Selain itu, dermaga-dermaga utama telah diperkuat dengan penyiagaan pelabuhan tambahan seperti BBJ Bojonegara dan Ciwandan sebagai pelabuhan pendukung. Pelabuhan Krakatau Bandar Samudera (KBS) juga disiapkan sebagai rencana kontingensi. Integrasi Pelabuhan Merak dengan Pelabuhan Indah Kiat di sebelahnya turut menambah kapasitas hingga 500 kendaraan kecil.
Digitalisasi layanan menjadi kunci utama, dengan sistem tiket elektronik Ferizy yang memungkinkan manajemen arus perjalanan sejak dari rumah, bukan saat kendaraan tiba di pelabuhan. Pembelian tiket dapat dilakukan secara daring hingga 60 hari sebelum keberangkatan, dan masyarakat diimbau untuk membeli tiket jauh hari untuk menghindari antrean di pelabuhan. ASDP juga akan melakukan uji coba sistem self-check-in guna mempersingkat waktu masuk ke kapal.
Manajemen lalu lintas diperkuat melalui penataan ulang alur kendaraan dan penumpang serta integrasi sistem check-in digital untuk memperlancar pergerakan dan meminimalkan waktu tunggu. Sistem delaying system akan diterapkan dengan memanfaatkan buffer zone di area istirahat jalan tol dan jalan arteri sebelum memasuki Pelabuhan Merak dan Bakauheni. Kebijakan pembatasan area pembelian tiket juga diberlakukan untuk mencegah antrean liar di sekitar pelabuhan.
Untuk meringankan beban masyarakat, ASDP menawarkan program diskon tarif hingga 19 persen untuk penumpang dan kendaraan di lintas Merak-Bakauheni, yang berlaku mulai 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Koordinasi intensif telah dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan seperti Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Indonesian National Ferry & Port Owners Associations (INFA), Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP), serta operator kapal. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, sebelumnya juga telah meninjau persiapan Nataru 2024/2025, menekankan pentingnya antisipasi cuaca ekstrem.
ASDP juga telah mempersiapkan AOCC (ASDP Operation Control Center) sebagai ruang monitor dan koordinasi khusus untuk mempercepat pengambilan keputusan. Selain itu, prosedur operasional standar (SOP) keselamatan diperketat untuk mengantisipasi prediksi cuaca ekstrem dari BMKG, terutama potensi angin kencang dan gelombang tinggi yang kerap terjadi di Selat Bali menjelang akhir tahun. Dengan berbagai persiapan ini, ASDP optimistis dapat menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, lancar, dan terkendali selama periode Nataru 2025/2026.