Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kemenhub Desak Pemprov Jakarta Tangani Stasiun JIS yang Mangkrak

2025-12-31 | 18:05 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-31T11:05:39Z
Ruang Iklan

Kemenhub Desak Pemprov Jakarta Tangani Stasiun JIS yang Mangkrak

Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk segera mengoperasikan Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang hingga akhir tahun 2025 masih belum melayani penumpang. Desakan ini muncul di tengah kebutuhan akses transportasi massal yang mendesak menuju stadion berkapasitas 82.000 penonton tersebut, terutama saat penyelenggaraan acara besar.

Dirjen Perkeretaapian Allan Tandiono secara eksplisit menyatakan bahwa proyek Stasiun JIS adalah tanggung jawab Dinas Perhubungan Pemprov DKI Jakarta dan mengharapkan operasionalisasi segera terwujud. Pernyataan tersebut mengindikasikan adanya tarik ulur tanggung jawab dan percepatan antara pemerintah pusat dan daerah terkait proyek infrastruktur vital ini. Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah berkali-kali menargetkan Stasiun JIS dapat beroperasi, mulanya pada November 2025 dan kemudian dipercepat sebelum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Pembangunan Stasiun JIS merupakan upaya krusial untuk mengatasi masalah kemacetan parah dan keterbatasan aksesibilitas transportasi publik yang kerap melanda kawasan JIS saat digelarnya konser musik internasional atau pertandingan sepak bola. Pengalaman kemacetan pasca-konser, seperti saat Bruno Mars atau Dewa 19, memaksa penonton berjalan kaki ratusan meter untuk keluar dari area stadion. Stasiun KRL ini dirancang untuk melayani rute Jakarta Kota–Tanjung Priok, tepatnya berada di antara Stasiun Ancol dan Tanjung Priok, serta menjadi simpul baru untuk memperluas jaringan mobilitas publik.

Proyek pembangunan stasiun ini dimulai pada tahun 2023, dengan target awal pengoperasian sementara pada akhir 2023, yang kemudian mundur menjadi April 2024. Namun, hingga penghujung 2025, progresnya belum menunjukkan penyelesaian penuh. Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono pada Juli 2023 mengakui bahwa pembangunan Stasiun KRL JIS terkendala akibat bersinggungan dengan proyek pembangunan Tol Harbour Road II. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan, pemasangan tutup beton tiang penyangga (pile cap) Tol Harbour Road II harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan stasiun ke area pejalan kaki di sisi timur JIS dapat dilanjutkan.

Meskipun PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter menyatakan telah mempersiapkan fasilitas pendukung operasional stasiun, kepastian waktu pengoperasian masih menanti arahan dan penugasan lebih lanjut dari PT KAI (Persero) selaku induk usaha dan DJKA Kemenhub. Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sempat memberikan sinyal bahwa Stasiun KRL JIS akan beroperasi dalam waktu dekat pada November 2025 dan menekankan pentingnya konektivitas massal untuk optimalisasi fungsi JIS.

Keterlambatan operasional Stasiun JIS menimbulkan pertanyaan serius mengenai koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan integrasi transportasi publik, terutama untuk fasilitas umum berskala besar. Tanpa akses KRL yang memadai, potensi JIS sebagai pusat kegiatan olahraga dan hiburan berskala internasional akan terhambat oleh masalah mobilitas yang terus berulang, membebani infrastruktur jalan di sekitarnya dan mengurangi kenyamanan pengunjung. Resolusi cepat terhadap kendala teknis dan birokrasi menjadi imperatif untuk memastikan investasi infrastruktur ini dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Jakarta.