Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kekuatan AI Dorong Ekonomi Singapura Melonjak 4,8%

2025-12-31 | 22:20 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-31T15:20:56Z
Ruang Iklan

Kekuatan AI Dorong Ekonomi Singapura Melonjak 4,8%

Singapura mencatat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari perkiraan, mencapai 4,8% pada tahun 2025, didorong signifikan oleh lonjakan permintaan semikonduktor dan elektronika yang terkait dengan booming kecerdasan buatan (AI). Perdana Menteri Lawrence Wong mengungkapkan angka tersebut dalam pesan Tahun Barunya pada Rabu, 31 Desember 2025, menyoroti peran sentral teknologi dalam kinerja ekonomi negara kota tersebut.

Pencapaian pertumbuhan ini melampaui perkiraan Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura sebelumnya, yang memproyeksikan sekitar 4,0%. Wong menjelaskan bahwa ekonomi Singapura diuntungkan dari kondisi global yang lebih tangguh dari perkiraan, serta gelombang permintaan produk terkait AI. Sektor ekonomi digital Singapura sendiri telah menunjukkan peningkatan substansial, menyumbang 18,6% atau S$128,1 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2024, naik dari 18% pada tahun 2023, dengan adopsi AI menjadi pendorong utama pertumbuhan ini.

Sejarah inisiatif AI Singapura dimulai dengan peluncuran Strategi AI Nasional pertamanya pada tahun 2019, diikuti oleh Strategi AI Nasional 2.0 (NAIS 2.0) pada Desember 2023. NAIS 2.0 menguraikan 15 langkah strategis selama tiga hingga lima tahun ke depan, bertujuan untuk memposisikan Singapura sebagai pemimpin global dalam AI dan mendorong terobosan yang bernilai. Strategi ini mencakup investasi lebih dari S$1 miliar selama lima tahun ke depan untuk sumber daya komputasi AI, pengembangan talenta, dan industri, termasuk S$500 juta untuk pengadaan sumber daya komputasi berkinerja tinggi. Selain itu, terdapat rencana untuk melipatgandakan jumlah ahli AI menjadi 15.000 dari sekitar 4.500 saat ini melalui beasiswa dan program magang.

Adopsi AI di kalangan bisnis telah melonjak drastis. Tingkat adopsi AI di Usaha Kecil dan Menengah (UKM) meningkat lebih dari tiga kali lipat pada tahun 2024, dari 4,2% menjadi 14,5%. Sementara itu, di perusahaan besar, tingkat adopsi melonjak dari 44% menjadi 62,5% pada periode yang sama. Dampak positifnya tercermin dari 85% pengguna AI yang melaporkan peningkatan produktivitas, penghematan waktu, dan peningkatan kualitas kerja. UKM yang mengadopsi solusi berkemampuan AI melalui Productivity Solutions Grant (PSG) mencatat rata-rata penghematan biaya sebesar 52% pada tahun 2024.

Investasi swasta juga mengalir deras ke ekosistem AI Singapura. Salesforce telah berkomitmen untuk menginvestasikan US$1 miliar selama lima tahun untuk dorongan AI, sementara Oracle meluncurkan AI Centre of Excellence. Microsoft memilih Singapura sebagai lokasi laboratorium riset AI pertamanya di Asia Tenggara. DBS Bank melaporkan dampak ekonomi nyata sebesar S$370 juta dari inisiatif AI-nya pada tahun 2023, dengan target S$1 miliar dalam lima tahun ke depan.

Meskipun pertumbuhan 4,8% pada tahun 2025 merupakan hasil yang kuat, Perdana Menteri Wong mengingatkan bahwa mempertahankan laju pertumbuhan ini akan menjadi tantangan. Ia menyoroti fragmentasi perdagangan dan ketegangan geopolitik sebagai "fitur permanen dari dunia yang terfragmentasi" yang dapat menghadirkan hambatan. Dalam menghadapi lanskap ekonomi global yang berubah, Singapura sedang menjalankan Tinjauan Strategi Ekonomi (ESR) untuk "memikirkan kembali, mengatur ulang, dan menyegarkan" strategi ekonominya demi menjaga daya saing. Tantangan lain yang diidentifikasi adalah kebutuhan untuk mengamankan pasokan energi bersih yang andal guna mendukung industri masa depan yang padat energi, termasuk AI.