
Banjir dan tanah longsor yang menerjang wilayah Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah meninggalkan "tagihan" yang masif untuk pemulihan infrastruktur. Diperkirakan, kebutuhan anggaran pemerintah pusat untuk memulihkan seluruh infrastruktur yang terdampak bencana ini mencapai Rp 51,82 triliun. Angka ini terbagi menjadi Rp 2,72 triliun untuk tanggap darurat dan Rp 49,10 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa hingga 10 Desember 2025, tercatat sebanyak 1.355 titik kerusakan infrastruktur di ketiga provinsi tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengonfirmasi bahwa estimasi anggaran ini merupakan hasil perhitungan awal dari Kementerian PU yang telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto. AHY juga menyebutkan bahwa Aceh menjadi wilayah dengan porsi dana pemulihan terbesar, yakni sekitar Rp 24 triliun, sementara Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing membutuhkan sekitar Rp 13 triliun.
Kerusakan infrastruktur bina marga mencakup 76 ruas jalan nasional sepanjang 2.058 kilometer dan 31 jembatan nasional sepanjang 2.537 meter. Selain itu, 108 ruas jalan daerah dan 49 jembatan daerah juga mengalami kerusakan. Enam ruas jalan tol turut terdampak, namun sebagian besar telah beroperasi normal kecuali Ruas Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi.
Di sektor sumber daya air, Kementerian PU mengidentifikasi kerusakan pada 127 sungai, 13 bendung, 4 jaringan irigasi, 1 tanggul, 3 checkdam, 2 dermaga jetty, dan 11 fasilitas air baku. Tidak hanya itu, infrastruktur strategis sosial juga mengalami dampak parah, dengan 973 sekolah, 562 madrasah, 53 pasar, 212 pondok pesantren, 308 fasilitas kesehatan, 29 kantor, dan 360 rumah ibadah tercatat rusak di seluruh wilayah terdampak.
Untuk wilayah Sumatera Utara saja, Gubernur Bobby Afif Nasution memperkirakan kerugian akibat banjir dan longsor mencapai Rp 9,98 triliun. Kerugian ini termasuk kerusakan pada 23 ruas jalan nasional, tiga jembatan nasional, 25 ruas jalan provinsi, dan lima unit jembatan provinsi.
Sebagai respons cepat dan upaya pemulihan pascabencana, Kementerian PU telah mengerahkan total 310 personel, 298 unit alat berat (seperti ekskavator dan loader), 121 unit alat pendukung (termasuk hidran umum dan mobil tangki air), serta 3.727 unit material darurat (geobag, bronjong kawat, agregat) ke seluruh lokasi terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Alat berat ini digunakan untuk membersihkan longsoran, memulihkan alur sungai, penanganan badan jalan rusak, hingga pemasangan jembatan bailey guna membuka kembali konektivitas antarwilayah. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya sinergi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan masyarakat segera kembali mendapatkan akses layanan dasar dan mobilitas yang aman.