Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bank Neo Commerce (BBYB) Ukir Laba Rp 517 Miliar, Proyeksi Kinerja Gemilang Hingga Oktober 2025

2025-12-20 | 18:03 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-20T11:03:12Z
Ruang Iklan

Bank Neo Commerce (BBYB) Ukir Laba Rp 517 Miliar, Proyeksi Kinerja Gemilang Hingga Oktober 2025

Bank Neo Commerce (BBYB) mencatatkan lonjakan laba bersih yang signifikan hingga mencapai Rp 517,20 miliar per Oktober 2025, menandai profitabilitas tahunan pertamanya sejak bertransformasi menjadi bank digital. Capaian ini merupakan peningkatan drastis, melonjak hingga 73 kali lipat dibandingkan laba bersih Rp 6,95 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Eri Budiono, menjelaskan bahwa perolehan laba ini menjadi tonggak penting setelah perseroan melakukan pembenahan menyeluruh, khususnya pada manajemen risiko dan tata kelola, yang merupakan fokus konsolidasi sejak tahun 2024. "Selama setahun terakhir kami sangat fokus pada pembenahan risk management dan tata kelola. Hasilnya, profitabilitas bisa tercapai dan ini menjadi fondasi untuk tumbuh ke depan," ujar Eri dalam Public Expose Tahunan BBYB pada 16 Desember 2025.

Kenaikan laba bersih ini didorong oleh beberapa strategi kunci, meskipun di tengah penyaluran kredit yang menyusut. Head of Corporate Planning & Investor Relations Bank Neo Commerce, Christyani Angganingrum, memaparkan bahwa bank secara sadar menurunkan eksposur kredit, khususnya pada segmen dengan imbal hasil tinggi namun berisiko lebih besar. Strategi pengetatan kredit ini berkontribusi pada penurunan beban pencadangan kerugian penurunan nilai (provision) hingga lebih dari 40 persen, menjadi faktor utama penopang lonjakan laba.

Total kredit yang disalurkan tercatat turun sekitar 14,16 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari Rp 8,62 triliun menjadi Rp 7,4 triliun per Oktober 2025. Penurunan kredit ini berdampak pada pendapatan bunga yang menyusut, dengan total pendapatan hingga Oktober 2025 tercatat sekitar Rp 2,3 triliun, turun sekitar 13 persen secara tahunan. Net Interest Margin (NIM) juga tercatat di angka 14,74 persen, sedikit menurun dari 17,05 persen pada Oktober 2024.

Namun demikian, efisiensi operasional BBYB tetap terjaga, tercermin dari rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang membaik signifikan menjadi 82,83 persen pada Oktober 2025, dibandingkan 99,75 persen pada Oktober 2024. Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross juga menunjukkan perbaikan, turun menjadi 2,89 persen dari 3,74 persen pada Oktober 2024. Rasio coverage NPL berada di atas 200 persen, menunjukkan tingkat kehati-hatian bank dalam mengantisipasi risiko kredit.

Selain itu, struktur permodalan bank juga menguat, dengan modal inti meningkat menjadi Rp 4,00 triliun per Oktober 2025, tumbuh 20,06 persen secara tahunan. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) juga melonjak menjadi 47,77 persen, naik hampir 12 poin persentase dibandingkan 35,89 persen pada Oktober 2024. Dana Pihak Ketiga (DPK) relatif stabil di level Rp 13,60 triliun.

Produk kredit digital unggulan Bank Neo Commerce, Neo Loan atau Neo Pinjam, mencatatkan pertumbuhan impresif sebesar 139 persen secara tahunan, menunjukkan daya tarik layanan digital bank yang kuat di tengah strategi penyaluran kredit yang lebih selektif. Performa positif ini turut mendorong harga saham BBYB yang telah melesat hingga 163-170,64 persen sepanjang tahun ini. Manajemen menyatakan bahwa kinerja positif hingga Oktober 2025 menegaskan transformasi digital BNC telah memasuki fase yang mencerminkan fondasi yang lebih stabil dan berkelanjutan untuk pertumbuhan bisnis perseroan ke depan.