Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Banjir Sumut Hantam 41 Pasar, Perekonomian Lokal Terancam Lumpuh

2025-12-08 | 15:27 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-08T08:27:03Z
Ruang Iklan

Banjir Sumut Hantam 41 Pasar, Perekonomian Lokal Terancam Lumpuh

Sebanyak 41 pasar di Sumatera Utara dilaporkan mengalami kerusakan akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso pada Senin, 8 Desember 2025. Menurut Mendag, pemerintah saat ini berfokus pada upaya pemulihan lokasi bencana dan pengiriman bantuan kepada masyarakat terdampak.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Sumatera sejak akhir November 2025 telah menyebabkan dampak ekonomi yang signifikan di tiga provinsi utama, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kerugian ekonomi nasional diperkirakan mencapai Rp 68,67 triliun, yang setara dengan penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 0,29 persen. Khusus di Sumatera Utara, estimasi biaya perbaikan kerusakan mencapai Rp 12,88 triliun, dengan total kerugian yang diperkirakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencapai Rp 9,98 triliun.

Kerusakan infrastruktur menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan bencana. Banyak ruas jalan dan jembatan yang rusak, menghambat distribusi pangan dan bantuan ke lokasi terdampak. Di Sumatera Utara, tercatat 23 ruas jalan nasional, tiga jembatan nasional, 25 ruas jalan provinsi, dan lima jembatan provinsi mengalami kerusakan. Kondisi ini menyebabkan lumpuhnya akses transportasi yang berimbas pada pergerakan barang konsumsi dan pasokan industri.

Kementerian Perdagangan menyatakan fokus utama mereka saat ini adalah memastikan ketersediaan kebutuhan pokok bagi warga terdampak dan mendata pasar-pasar yang rusak. Meskipun pasokan pangan di sekitar daerah bencana diyakini aman, kendala distribusi tetap menjadi tantangan serius. Akibatnya, beberapa harga komoditas pangan, seperti jeruk Medan, telah melonjak tajam di daerah lain karena kesulitan pengiriman dan berkurangnya stok dari petani yang terdampak bencana.

Selain pasar, bencana ini juga merusak berbagai sektor lain, termasuk pertanian dan perkebunan dengan 38.878 hektare lahan pertanian terdampak dan 5.750 hektare puso, serta 28.328 hektare kebun terdampak. Sebanyak 397 sekolah, 18 rumah sakit, dan 131 rumah ibadah juga dilaporkan rusak di Sumatera Utara. Penanganan bencana di Sumatera, termasuk upaya evakuasi dan bantuan logistik, telah menghabiskan dana miliaran rupiah. Pemerintah terus berupaya mempercepat penanganan dan pemulihan, dengan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan bantuan mencapai korban serta merencanakan revitalisasi pasar dan infrastruktur yang rusak.