:strip_icc()/kly-media-production/medias/5028255/original/089063500_1732871319-fotor-ai-2024112916722.jpg)
Co-founder BitMEX, Arthur Hayes, kembali menarik perhatian pasar kripto dengan prediksi bullish-nya yang kuat terhadap Bitcoin. Hayes menyatakan bahwa pemicu bullish terbesar untuk Bitcoin telah tiba, menandakan harga siap melonjak signifikan. Inti dari argumen Hayes terletak pada perubahan fundamental dalam likuiditas dolar global.
Menurut Hayes, likuiditas dolar global telah mencapai titik terendah dan kini bersiap untuk ekspansi besar-besaran. Faktor-faktor pendorong utama termasuk pengisian kembali rekening umum Departemen Keuangan AS (Treasury General Account/TGA) dan berakhirnya kebijakan pengetatan kuantitatif (Quantitative Tightening/QT) oleh Federal Reserve. Ia juga menyoroti potensi injeksi likuiditas tambahan melalui operasi Standing Repo Facility (SRF) oleh The Fed, yang secara efektif dapat menjadi bentuk "pelonggaran kuantitatif terselubung" yang meningkatkan pasokan uang.
Hayes sangat meyakini bahwa siklus politik, terutama di Amerika Serikat, akan mendorong tren ini. Ia berpendapat bahwa para politisi cenderung memilih peningkatan pinjaman dan belanja daripada kebijakan penghematan untuk memastikan terpilih kembali. Peningkatan pasokan uang fiat ini, pada gilirannya, akan menguntungkan aset langka seperti Bitcoin, yang berfungsi sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Meskipun Bitcoin baru-baru ini mengalami koreksi harga, dengan penurunan ke kisaran $80.000 hingga $85.000, Hayes memandang pergerakan ini sebagai "reset" yang didorong oleh likuiditas, bukan indikasi dimulainya pasar bearish baru. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa penurunan ini menandai titik terendah siklus.
Mengenai target harga, Hayes mempertahankan prediksinya bahwa Bitcoin dapat mencapai antara $200.000 hingga $250.000 pada akhir tahun 2025. Bahkan, ia telah memproyeksikan potensi kenaikan hingga $500.000 pada tahun 2026 dan $1 juta pada tahun 2028, tergantung pada lingkungan kebijakan moneter yang mendukung.
Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua analis sepakat dengan pandangan Hayes. Beberapa pihak mempertanyakan korelasi langsung antara likuiditas bersih dan harga Bitcoin. Selain itu, kinerja pasar Bitcoin baru-baru ini telah membuat beberapa pengamat skeptis terhadap target harga $250.000 pada akhir tahun, meskipun Hayes tetap teguh pada prediksinya.