:strip_icc()/kly-media-production/medias/5332650/original/077346000_1756525484-Gemini_Generated_Image_j4ny4uj4ny4uj4ny.jpg)
Kendati sentimen "ketakutan" masih mendominasi pasar kripto yang lebih luas, grafik dan analisis terbaru menunjukkan bahwa altcoin, mata uang kripto selain Bitcoin, masih jauh dari kata "mati" dan bahkan menyimpan harapan signifikan untuk periode mendatang. Pasar aset digital saat ini berada dalam fase konsolidasi, namun indikator teknikal dan fundamental mengisyaratkan potensi pemulihan dan pertumbuhan, terutama bagi altcoin.
Salah satu sinyal paling menjanjikan datang dari grafik OTHERS Dominance, yang mengukur dominasi kapitalisasi pasar kripto di luar 10 aset terbesar. Analis kripto Bull Theory mencatat bahwa grafik ini saat ini berada sangat dekat dengan zona dasar historis yang mendahului reli altcoin besar pada tahun 2017 serta musim altcoin 2020–2021. Indikator teknikal seperti MACD pada grafik dominasi altcoin terlihat mulai mendatar, sementara RSI berada di area terendah historis, kondisi yang serupa dengan periode ekspansi jangka panjang dominasi altcoin di masa lalu.
Para analis bahkan memprediksi "altcoin season" mungkin tidak akan terjadi penuh pada tahun 2025, melainkan berpotensi baru akan benar-benar dimulai pada tahun 2026, didorong oleh perubahan arah kebijakan likuiditas global. Bull Theory menegaskan bahwa faktor utama di balik prediksi altcoin season menuju 2026 adalah injeksi likuiditas kembali oleh bank sentral AS, The Fed, melalui pembelian T-bills sekitar US$40 miliar per bulan. Meskipun belum tergolong pelonggaran kuantitatif (QE) penuh, langkah ini dinilai sebagai sinyal awal dukungan likuiditas yang berpotensi menguntungkan aset berisiko, termasuk altcoin. Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed juga memicu sentimen positif di pasar, mengurangi tekanan pada aset berisiko.
Selain itu, rasio Ethereum (ETH) terhadap Bitcoin (BTC) menunjukkan sinyal langka yang sejak 2017 selalu menandai dimulainya lonjakan besar altcoin. Pasangan ETH/BTC telah menembus tren penurunan selama 3,5 bulan terakhir, yang merupakan tanda umum pergeseran dana dari Bitcoin ke altcoin. Ketika ETH mulai menguat terhadap BTC, altcoin lain biasanya ikut terdorong dengan kenaikan yang lebih besar.
Minat institusional juga menjadi pendorong utama. Dana masuk yang signifikan ke produk ETF berbasis kripto telah menjadi katalis penting. ETF Ethereum, misalnya, mencatat arus masuk sebesar US$5,4 miliar pada Juli lalu, dengan produk tersebut terus menyedot modal bahkan ketika Bitcoin mencatat arus keluar. Beberapa altcoin spesifik seperti Rain (RAIN), Undead Games (UDS), dan Monero (XMR) menunjukkan pergerakan harga yang agresif dan mendekati level tertinggi sepanjang masa (ATH) menjelang akhir tahun 2025. Litecoin (LTC) juga memperlihatkan pola _inverse head-and-shoulders_ yang umumnya _bullish_, menandakan tekanan jual mulai memudar. Dogecoin (DOGE) kembali mendapat perhatian setelah ETF _spot_-nya resmi diperdagangkan, menguatkan minat institusi terhadap _memecoin_.
Dominasi Bitcoin di pasar kripto global saat ini berkisar antara 56,8% hingga 59,07%. Penurunan dominasi Bitcoin seringkali menjadi indikator awal pergeseran modal ke altcoin. Meskipun Indeks Altcoin Season dari CoinMarketCap masih menunjukkan "Bitcoin Season" dengan skor rendah (19-20), terdapat laporan yang menyebut indeks berada di angka 51, mengisyaratkan altcoin mulai mengungguli Bitcoin secara tipis.
Inovasi teknologi yang dibawa altcoin juga menjadi faktor penting. Proyek-proyek baru yang berfokus pada utilitas nyata, seperti solusi Layer-2 untuk Bitcoin (misalnya Bitcoin Hyper) dan Solana (misalnya SOLAXY), terus menarik perhatian. Selain itu, adopsi _blockchain_ untuk _Real World Assets_ (RWA) dan ekspansi aplikasi berbasis Web3 di berbagai sektor turut mendorong pertumbuhan ekosistem altcoin.
Kapitalisasi pasar kripto global saat ini tercatat sekitar US$2,99 triliun hingga US$3,15 triliun. Meskipun Bitcoin terkoreksi dalam 24 jam terakhir di kisaran US$88.500 hingga US$89.540, ada tanda-tanda perlawanan dari pembeli. Di tengah koreksi ini, aset seperti TRON (TRX) bahkan berhasil mencatatkan kenaikan harian sebesar 2,28%. Beberapa altcoin lain yang juga masuk radar dengan potensi pertumbuhan signifikan termasuk XRP, Solana (SOL), Hedera (HBAR), Cardano (ADA), dan Avalanche (AVAX). Minat _trader_ juga terlihat pada altcoin _mid-cap_ seperti Zcash (ZEC) dan Kaspa (KAS).
Secara keseluruhan, meskipun pasar kripto menunjukkan volatilitas dan _pullback_ wajar saat ini, pola _higher low_ pada grafik altcoin masih terjaga, menjaga gambaran besar pasar tetap positif. Koreksi yang terjadi lebih menyerupai fase jeda atau penyesuaian, bukan perubahan tren secara menyeluruh. Peluang untuk altcoin melanjutkan kenaikan belum sepenuhnya tertutup, dengan pergeseran likuiditas dan minat institusional menjadi katalis utama bagi potensi _altcoin season_ di masa depan.