Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Akses Sulit, Pertamina Andalkan Kapal Roro Demi Jaminan Pasokan BBM-LPG Aceh

2025-12-14 | 15:01 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-14T08:01:37Z
Ruang Iklan

Akses Sulit, Pertamina Andalkan Kapal Roro Demi Jaminan Pasokan BBM-LPG Aceh

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) tengah gencar mengimplementasikan skema distribusi alternatif untuk memastikan pasokan energi, baik Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun Liquefied Petroleum Gas (LPG), tetap aman di sejumlah wilayah Aceh yang terdampak bencana alam. Terputusnya akses darat akibat banjir dan tanah longsor menjadi pemicu utama diberlakukannya langkah-langkah darurat ini.

Salah satu solusi krusial yang dioptimalkan Pertamina adalah penggunaan kapal jenis Ro-Ro (Roll-on/Roll-off) untuk mendistribusikan LPG. Untuk komoditas LPG, kendala distribusi terjadi di beberapa wilayah Aceh karena terbatasnya akses logistik pascabencana. Sebagai respons, Pertamina telah menyalurkan LPG melalui jalur laut menggunakan kapal Ro-Ro dari Lhokseumawe menuju Banda Aceh. Total pengiriman melalui jalur laut ini mencapai 990 metrik ton LPG. Kapal Wira Loewisa menjadi salah satu armada yang diandalkan, membawa sembilan tangki LPG dan lima tangki BBM menuju Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, setelah menempuh perjalanan sekitar 10 jam dari Lhokseumawe. Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin, menambahkan bahwa 16 skid tank elpiji dikirim via laut dari depot Lhokseumawe ke Banda Aceh, untuk kemudian didistribusikan ke wilayah barat selatan Aceh, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, dan Pidie Jaya. Langkah ini diambil guna menjaga ketersediaan pasokan LPG bagi masyarakat dan mempercepat proses pemulihan distribusi di wilayah terdampak.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa pemulihan distribusi energi dilakukan secara bertahap dan kolaboratif dengan berbagai pihak, dengan fokus pada prioritas operasional fasilitas layanan publik, rumah sakit, serta kelancaran penyaluran bantuan kemanusiaan.

Selain LPG, kendala distribusi BBM juga terjadi di beberapa wilayah, khususnya Aceh Tamiang. Untuk mengatasinya, Pertamina melakukan penguatan suplai dengan mengoptimalkan jalur distribusi yang masih memungkinkan. Bahkan, dua SPBU di Aceh Tamiang tetap beroperasi dengan dukungan genset sebagai sumber listrik karena kondisi kelistrikan yang belum sepenuhnya pulih. Skema "canting" atau penyaluran BBM dari drum dengan metode sedot manual juga diterapkan sebagai solusi sementara.

Sementara itu, untuk wilayah Aceh bagian tengah seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Gayo Lues yang masih terisolasi akibat longsor, Pertamina Patra Niaga juga memanfaatkan jalur udara. Pesawat Air Tractor diterbangkan dari Bandara Kualanamu, Medan, menuju Bandara Rembele, Bener Meriah, untuk mengangkut BBM, dengan kapasitas 3,5 KL Biosolar atau 4 KL Gasoline (Pertalite atau Pertamax) per penerbangan.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, didampingi Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa perusahaan mengerahkan seluruh moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara, untuk memastikan penyaluran BBM tetap berjalan di tengah kondisi pascabencana. Upaya kolaboratif dengan otoritas bandara, pemerintah daerah, TNI, dan Kepolisian terus dilakukan untuk memastikan pasokan energi tetap terjaga. Masyarakat diimbau untuk membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan dan mengatur waktu pembelian guna menghindari penumpukan permintaan di SPBU.