Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

AirAsia dan Standard Chartered Uji Coba Stablecoin Ringgit, Gebrak Inovasi Keuangan Digital

2025-12-12 | 19:33 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-12T12:33:02Z
Ruang Iklan

AirAsia dan Standard Chartered Uji Coba Stablecoin Ringgit, Gebrak Inovasi Keuangan Digital

Perusahaan induk AirAsia, Capital A, secara resmi memulai eksplorasi stabilcoin yang didukung Ringgit melalui kerja sama dengan Standard Chartered Bank Malaysia Bhd. Inisiatif perintis ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji mata uang digital yang dipatok 1:1 terhadap Ringgit Malaysia, menandai langkah signifikan bagi kedua entitas dalam ranah aset digital yang teregulasi.

Kolaborasi ini diresmikan dengan penandatanganan surat pernyataan maksud, yang berpusat pada pengembangan stabilcoin di bawah pengawasan Digital Asset Innovation Hub Bank Negara Malaysia (BNM). Lingkungan sandbox peraturan BNM akan memungkinkan pengujian yang terkontrol terhadap produk keuangan baru ini, memastikan kepatuhan dan mengatasi potensi risiko sebelum peluncuran yang lebih luas.

Menurut perjanjian tersebut, Standard Chartered Malaysia akan bertindak sebagai penerbit potensial dari stabilcoin tersebut. Sementara itu, Capital A, di bawah kepemimpinan Tony Fernandes, akan berperan dalam memprakarsai kasus penggunaan grosir di dunia nyata di seluruh ekosistem digitalnya yang luas. Langkah ini menandai masuknya Capital A yang pertama ke dalam segmen aset digital yang diatur, selaras dengan strateginya untuk bertransformasi dari grup yang berpusat pada penerbangan menjadi ekosistem berbasis teknologi yang lebih luas.

Tujuan utama dari stabilcoin Ringgit ini adalah untuk menciptakan ekosistem digital yang mulus dan memfasilitasi transaksi yang lebih cepat, lebih murah, dan lebih aman. Potensi penerapannya mencakup pemesanan tiket penerbangan AirAsia, pembelian makanan dalam penerbangan, dan pembayaran layanan di seluruh platform digital Capital A yang beragam. Selain itu, inisiatif ini dapat meningkatkan inklusi keuangan bagi populasi yang tidak memiliki rekening bank atau kurang terlayani di seluruh Asia Tenggara dan mengintegrasikan stabilcoin ke dalam program loyalitas yang sudah ada.

Para pihak yang berkolaborasi menyoroti manfaat tambahan bagi operasi internal Capital A, termasuk penyelesaian secara real-time, peningkatan manajemen perbendaharaan, dan aliran keuangan yang dapat diprogram, yang pada akhirnya bertujuan untuk melayani pelanggan dengan lebih efisien.

Proyek ini saat ini berada dalam fase eksplorasi dan belum tersedia untuk penggunaan publik, dengan spesifikasi teknis lengkap dan garis waktu yang belum diungkapkan. Namun, kolaborasi ini menggarisbawahi peran Malaysia yang semakin penting dalam eksperimen mata uang digital di Asia Tenggara dan sejalan dengan upaya nasional yang lebih luas untuk memodernisasi pembayaran. Inisiatif ini juga muncul tak lama setelah pengumuman proyek token terpisah yang didukung Ringgit oleh tokoh kerajaan Malaysia, yang semakin menyoroti minat institusional yang berkembang pada instrumen digital terkait Ringgit di negara tersebut.