Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

95% Tol Trans Jawa Siap Hadapi Libur Nataru

2025-12-21 | 00:02 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-20T17:02:46Z
Ruang Iklan

95% Tol Trans Jawa  Siap Hadapi Libur Nataru

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyatakan bahwa 95% ruas Jalan Tol Trans Jawa siap sepenuhnya untuk menghadapi periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan kesiapan ini menjadi bekal penting dalam mengantisipasi lonjakan arus lalu lintas yang diprediksi akan lebih besar pada periode Lebaran mendatang.

Dody Hanggodo menjelaskan bahwa fokus utama kesiapan terletak pada peningkatan layanan dan fasilitas jalan tol. Namun, ia juga menyampaikan adanya keluhan terkait kontur jalan yang bergelombang di ruas Kanci-Pejagan-Pemalang. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa tingkat kesiapan belum mencapai 100%, meskipun upaya perbaikan terus dilakukan.

Untuk mengurai kepadatan, Kementerian Perhubungan bersama Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan empat strategi penanganan Operasi Angkutan Nataru 2025/2026, termasuk rekayasa lalu lintas di jalan tol dan arteri. PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi volume kendaraan yang keluar Jakarta melalui jalan tol akan mencapai 2,9 juta unit selama periode H-7 hingga H+3 Nataru (18 Desember 2025 – 4 Januari 2026), sementara arus masuk Jakarta diperkirakan mencapai 2,8 juta kendaraan. Puncak arus mudik diproyeksikan terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2025, dan puncak arus balik pada Minggu, 4 Januari 2026. Secara keseluruhan, Jasa Marga memperkirakan pertumbuhan volume kendaraan di ruas tolnya naik 1% dibandingkan periode Januari-November 2025.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan, pemerintah dan operator jalan tol akan memberlakukan diskon tarif tol hingga 20% di 26 ruas jalan tol. Diskon ini akan berlaku pada tanggal 22, 23, dan 31 Desember 2025, dengan tujuan mendistribusikan arus lalu lintas dan memberikan keringanan biaya perjalanan. Jasamarga Transjawa Tol secara khusus akan memberikan diskon tarif 20% untuk perjalanan menerus di delapan ruas strategis Trans Jawa. Grup Rafflesia juga menawarkan diskon 10% di ruas Kanci-Pejagan-Pemalang untuk perjalanan menerus dari Gerbang Tol Cikampek Utama hingga Gerbang Tol Kalikangkung pada tanggal 22-23 dan 31 Desember 2025.

Selain itu, Kementerian PU akan membuka fungsional sembilan ruas jalan tol baru dengan total panjang 197,1 km, yang terdiri dari delapan ruas fungsional dan satu ruas operasional, untuk mendukung kelancaran mobilitas. Ruas tol fungsional tersebut akan dibuka secara terbatas mulai 16 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dengan jam operasional pukul 07.00–17.00 WIB. Di Trans Jawa, ruas Tol Probolinggo–Banyuwangi (Segmen Gending–Paiton) sepanjang 24,08 kilometer akan dibuka fungsional tanpa tarif dan dapat digunakan dua arah mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, pukul 06.00-16.00 WIB.

Fasilitas pendukung juga telah ditingkatkan secara signifikan. Kementerian PU telah menambahkan sejumlah tempat istirahat dan pelayanan (TIP)/rest area fungsional, dan bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan menyediakan BBM modular, toilet bergerak, patroli 24 jam, serta fasilitas TIP yang lebih baik seperti area UMKM, sarana ibadah, dan fasilitas ramah disabilitas. Di gerbang tol, disiapkan _mobile reader_, kartu perdana uang elektronik, dan kesiagaan genset 24 jam. Jasa Marga sendiri menyiagakan lebih dari 6.000 petugas operasional dan 500 kendaraan layanan, termasuk derek, ambulans, mobil patroli, dan _mobile crane_, serta memperkuat integrasi teknologi dengan CCTV deteksi insiden dan Early Warning System genangan air yang terhubung dengan Jasamarga Integrated Digitalmap (JID) dan Dynamic Message Sign (DMS). Untuk kendaraan listrik, PLN telah memastikan kesiapan sekitar 4.500 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk Nataru 2025/2026.

Pemerintah juga menunda kenaikan tarif pada empat ruas tol, termasuk Tol Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono, hingga Januari 2026 sebagai respons terhadap aspirasi publik dan masukan dari legislatif, guna meringankan beban masyarakat selama periode libur panjang.