:strip_icc()/kly-media-production/medias/5133410/original/3400_1739534894-DALL__E_2025-02-14_19.06.08_-_A_digital_illustration_of_stablecoins__featuring_Tether__USDT___USD_Coin__USDC___and_DAI._The_coins_are_displayed_in_a_futuristic_financial_setting_wi.jpg)
U.S. Bank, salah satu bank komersial terbesar di Amerika Serikat, tengah melakukan uji coba penerbitan stablecoin khusus di jaringan blockchain Stellar, sebuah langkah yang disebut-sebut sebagai revolusi baru dalam dunia perbankan digital. Inisiatif ini menandai komitmen signifikan dari lembaga keuangan tradisional terhadap infrastruktur pembayaran digital, khususnya penggunaan blockchain publik untuk penerbitan stablecoin.
Bank ini bermitra dengan Stellar Development Foundation (SDF) dan PricewaterhouseCoopers (PwC) dalam proyek percontohan ini, dengan tujuan untuk menguji penerbitan stablecoin yang didukung Dolar AS. Detail mengenai inisiatif ini pertama kali diungkapkan oleh Mike Villano, Senior Vice President dan Head of Digital Asset Products di U.S. Bank, dalam sebuah acara sampingan yang diselenggarakan bank tersebut di konferensi Money 20/20. Pengumuman ini juga disampaikan melalui podcast U.S. Bank Money 20/20 dengan tajuk "The Tokenized Future of Banking".
Keputusan U.S. Bank untuk memilih Stellar didasari oleh arsitektur blockchain yang "mengutamakan keuangan" serta dukungan bawaan untuk fitur-fitur penting seperti kemampuan membekukan aset (freezing assets), membatalkan transaksi (unwind transactions), dan mengambil kembali dana (clawback). Fitur-fitur ini sangat krusial untuk memenuhi persyaratan kepatuhan regulasi, termasuk prosedur Know Your Customer (KYC), dan untuk memastikan perlindungan pelanggan di lingkungan yang sangat diatur. Villano menekankan bahwa kemampuan Stellar untuk menyediakan kontrol ini pada lapisan operasional dasar blockchain menjadi faktor penentu utama.
Selain itu, Stellar menawarkan waktu penyelesaian transaksi yang cepat, yakni 3 hingga 5 detik, dengan biaya yang sangat rendah, serta tingkat uptime sebesar 99,99% selama satu dekade terakhir. Karakteristik ini memberikan keandalan, konfigurasi, dan jangkauan global yang dibutuhkan oleh lembaga keuangan yang diatur.
Tujuan utama dari proyek percontohan ini adalah untuk mengeksplorasi apakah bank-bank tradisional dapat dengan aman menerbitkan uang terprogram (programmable money) di blockchain publik sambil tetap memenuhi semua persyaratan regulasi yang ketat. Inisiatif ini difokuskan pada aplikasi praktis di lingkungan yang sangat teregulasi untuk menunjukkan manfaat uang terprogram, serta untuk membangun kerangka kerja yang sesuai dengan standar bank untuk penerbitan token deposit yang diatur.
Langkah U.S. Bank ini menempatkannya di antara institusi keuangan besar lainnya yang juga mulai menjelajahi ruang stablecoin, seperti Citigroup, JPMorgan, dan Bank of America. Inisiatif ini juga merupakan bagian dari strategi aset digital U.S. Bank yang lebih luas, menyusul pembentukan organisasi baru "Digital Assets and Money Movement" pada bulan Oktober. Hal ini mengindikasikan pergeseran signifikan dalam industri keuangan, dari sekadar inovasi menuju penerapan praktis dan aman dari uang terprogram dalam perbankan digital.