
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan kemajuan signifikan dalam dua program ekonomi kerakyatannya, Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menekankan target ambisius dan dampak yang telah tercapai di seluruh Indonesia. Pemerintah berkomitmen mengoperasikan 40.000 Kopdes Merah Putih pada akhir Desember 2026 dan melaporkan 58 juta penerima manfaat program MBG hingga saat ini, sebuah capaian yang disebut Presiden Prabowo sebagai bukti keberhasilan intervensi negara dalam memperkuat fondasi ekonomi dan gizi masyarakat.
Inisiatif Kopdes Merah Putih, yang diluncurkan pada tahun 2025, bertujuan mempercepat kebangkitan ekonomi nasional melalui penguatan ekonomi rakyat di tingkat desa. Presiden Prabowo secara spesifik menyatakan keyakinannya bahwa dengan beroperasinya 40.000 koperasi pada akhir Desember 2026, ekonomi akan bergerak dari bawah dan tumbuh dengan cepat. Target yang lebih luas untuk Kopdes Merah Putih adalah 60.000 koperasi beroperasi hingga akhir Desember 2026, dengan beberapa sumber menyebutkan target awal 80.000 koperasi. Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengindikasikan bahwa lebih dari 83.000 Kopdes Merah Putih telah berbadan hukum, dengan 1,65 juta anggota dan 690.000 pengurus. Program ini dirancang untuk menjadi lembaga ekonomi desa yang terintegrasi, berfungsi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok, penguatan UMKM, serta perlindungan bagi petani dan pelaku usaha kecil, dengan harapan memangkas rantai distribusi dan menstabilkan harga. Pendanaan program ini akan dioptimalkan melalui Dana Desa, dengan dukungan skema cicilan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memastikan operasional optimal sejak awal.
Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai 58 juta penerima manfaat per 12 Januari 2026, termasuk anak-anak sekolah, ibu hamil, dan lansia. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dari target awal 6 juta penerima pada tahun 2025, yang kemudian melesat menjadi 55,1 juta per 8 Januari 2026. Presiden Prabowo menegaskan bahwa pencapaian 58 juta penerima dalam satu tahun adalah sebuah prestasi luar biasa, mengingat negara lain membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai skala serupa. Total sekitar 3 miliar porsi makanan telah tersalurkan melalui program ini. Target akhir program MBG adalah menjangkau lebih dari 82 juta penerima, yang diyakini dapat tercapai paling lambat pada akhir tahun 2026. Program ini merupakan kebijakan strategis yang dilandasi kepedulian negara terhadap masalah gizi anak-anak, berfokus pada penanganan malnutrisi dan stunting untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Selain dampak gizi, MBG juga menggerakkan ekonomi daerah dengan melibatkan UMKM lokal, koperasi, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pemasok, sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi hampir 789.318 orang yang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 71 triliun dalam APBN 2025 untuk program MBG, dengan realisasi Rp 51,5 triliun hingga 31 Desember 2025.
Kedua program ini, Kopdes Merah Putih dan MBG, menyoroti visi ekonomi Presiden Prabowo yang berorientasi pada rakyat, memperkuat kemandirian nasional, dan pemerataan kesejahteraan. Integrasi koperasi dalam rantai pasok program MBG juga mulai terlihat sebagai upaya sinergis antarprogram pemerintah. Meski demikian, tantangan dalam implementasi dan pengawasan tetap menjadi fokus pemerintah untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program, dengan penekanan pada peningkatan kualitas dan keamanan pangan dalam program MBG.