Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Spekulasi Merger GoTo-Grab dan Danantara: CEO Rosan Ungkap Kebenaran

2025-11-26 | 14:14 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-26T07:14:41Z
Ruang Iklan

Spekulasi Merger GoTo-Grab dan Danantara: CEO Rosan Ungkap Kebenaran

CEO Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, akhirnya buka suara terkait kabar mengenai potensi merger antara PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan Grab yang disebut-sebut akan melibatkan Danantara. Rosan menyatakan bahwa Danantara belum terlibat secara langsung dalam proses tersebut dan masih menunggu perkembangan antara kedua perusahaan raksasa teknologi itu. "Mereka sedang berjalan dulu ya, biarkan dulu itu berjalan lah," ujarnya singkat di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (26/11/2025). Ia menekankan bahwa proses ini masih berada pada tahap awal dan perlu diberi ruang untuk berkembang secara natural.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah mengonfirmasi kemungkinan keterlibatan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dalam rencana penggabungan usaha antara GoTo dan Grab. Prasetyo bahkan menyebut bahwa kelanjutan merger ini masih menanti laporan terkini dari Rosan Roeslani, yang sebelumnya mendampingi kunjungan negara presiden ke Australia.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, juga telah memberikan pandangan terkait isu ini. Ia menegaskan bahwa keputusan merger sepenuhnya berada di tangan Grab dan GoTo, namun harus tetap berpegang pada prinsip bisnis-ke-bisnis (B2B) serta mempertimbangkan aspek keuntungan komersial (commercial return). Pandu mengingatkan bahwa GoTo maupun Grab merupakan perusahaan terbuka, sehingga setiap langkah strategis harus dilakukan secara transparan dan berhati-hati. Danantara menyatakan siap memberikan dukungan apabila proses merger tersebut jelas dan memiliki nilai ekonomi yang sepadan. Keterlibatan pemerintah melalui Danantara dinilai dapat mengamankan kepentingan nasional, termasuk menjaga kelangsungan bisnis dan lapangan kerja mitra pengemudi, serta mencegah praktik monopoli.

Sementara itu, GoTo melalui Direktur Legal dan Group Corporate Secretary R. A Koesoemohadiani telah menekankan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan atau kesepakatan resmi terkait merger dengan Grab. GoTo berkomitmen untuk mematuhi setiap peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi perusahaan publik dan memprioritaskan penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan.

Isu merger GoTo dan Grab ini telah beredar intensif sejak beberapa waktu lalu, dengan laporan sebelumnya mengenai adanya hambatan regulasi dari pemerintah Indonesia. Beberapa analis juga mengaitkan pergantian kepemimpinan di GoTo, di mana Hans Patuwo dinominasikan menggantikan Patrick Walujo sebagai CEO, sebagai upaya untuk memuluskan jalan menuju merger tersebut. Namun, manajemen GoTo menyatakan bahwa pergantian ini adalah bagian dari proses suksesi yang telah disiapkan secara matang. Potensi keterlibatan Danantara juga dilihat sebagai langkah untuk mengatasi kekhawatiran pemerintah Indonesia terkait kepemilikan mayoritas asing dalam entitas GoTo-Grab yang telah bergabung. Investasi Telkom Group senilai sekitar USD 450 juta di GoTo juga menjadi salah satu latar belakang penting, di mana peran Danantara dapat menjaga posisi kepemilikan saham BUMN tersebut.