
Banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatra dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur perkeretaapian, mengganggu layanan transportasi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berupaya keras untuk memulihkan kondisi jalur yang terdampak bencana alam ini.
Di Aceh, bencana banjir dan longsor merusak petak jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Muara Satu – Stasiun Krueng Geukueh – Stasiun Bungkaih – Stasiun Krueng Mane, serta Stasiun Krueng Mane – Stasiun Gerugok – Stasiun Kutablang. Kondisi serupa terjadi di Sumatra Utara, di mana jalur Bandar Tinggi – Kuala Tanjung dan Medan – Binjai mengalami kerusakan. Rel kereta api di petak jalan antara Stasiun Medan dan Stasiun Binjai, tepatnya di KM 15+5/6, dilaporkan amblas akibat luapan air. Akibatnya, seluruh 17 rute perjalanan Kereta Api Srilelawangsa terpaksa dibatalkan untuk sementara waktu guna menjamin keselamatan penumpang.
Sumatra Barat juga tak luput dari dampak cuaca ekstrem. Sejumlah jalur kereta api di Kota Pariaman sempat terendam banjir yang mengakibatkan luapan air di berbagai titik operasional. Kondisi ini memaksa PT KAI Divisi Regional II Sumatra Barat untuk melakukan pengalihan lintas perjalanan. Kereta Api Lembah Anai relasi Kayu Tanam – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dialihkan menjadi Kayu Tanam – Duku pulang pergi, begitu pula dengan Kereta Api Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie – BIM yang kini beroperasi Pulau Aie – Duku pulang pergi. Sementara itu, perjalanan Kereta Api Pariaman Ekspres relasi Pauhlima – Naras dilaporkan masih beroperasi normal.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, menyatakan bahwa pihaknya fokus pada percepatan penanganan dan rehabilitasi jalur-jalur yang terdampak, sambil tetap mengutamakan aspek keselamatan. Allan menambahkan bahwa upaya rehabilitasi disesuaikan dengan kondisi cuaca dan lingkungan di sekitar lokasi, untuk memastikan proses berjalan aman bagi petugas maupun masyarakat. Sebagai langkah awal, DJKA bersama pemangku kepentingan terkait telah menerjunkan alat berat dan menyalurkan material pendukung seperti rel bekas untuk memperkuat struktur sementara dan membersihkan material longsor yang menutupi jalur. Namun, rehabilitasi penuh masih menunggu kondisi cuaca yang lebih kondusif.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa keselamatan penumpang menjadi prioritas utama perusahaan. PT KAI memberikan pengembalian biaya tiket sebesar 100 persen di luar bea pesan bagi pelanggan yang memilih untuk membatalkan perjalanan akibat keterlambatan lebih dari satu jam atau pembatalan pengoperasian kereta api. Petugas prasarana KAI di Sumatra Barat telah disiagakan 24 jam di 32 titik Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) yang rawan banjir, longsor, dan amblesan, serta menyiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) di empat lokasi strategis.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak bencana, serta memastikan seluruh lini transportasi bergerak cepat membantu penanganan situasi darurat ini. Kerusakan infrastruktur ini tidak hanya berdampak pada layanan kereta api, tetapi juga menghambat distribusi bantuan logistik di beberapa wilayah. Pemerintah dan pihak terkait terus memperkuat koordinasi untuk pemulihan jaringan transportasi secepat mungkin tanpa mengabaikan aspek keselamatan.