
PT PP (Persero) Tbk (PTPP) secara aktif memperkuat komitmennya terhadap praktik konstruksi berkelanjutan melalui berbagai inovasi konstruksi hijau dan efisiensi energi dalam proyek-proyek strategis nasional. Perusahaan memposisikan diri sebagai pelopor pembangunan ramah lingkungan di Indonesia, melihat pembangunan tidak hanya dari sisi infrastruktur fisik tetapi juga dari tanggung jawab ekologis dan sosial.
Dalam portofolio "green building", PTPP telah menerapkan konsep bangunan hijau dan efisiensi energi pada sejumlah proyek ikonik. Ini termasuk Gedung IT Mandiri, Gedung BRI Tower, Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulonprogo, JSI Sunter, Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, Gedung Kementerian PUPR, serta berbagai proyek di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek-proyek ini dirancang dengan prinsip efisiensi lingkungan, mencakup penggunaan material daur ulang, sistem pencahayaan hemat energi, sistem daur ulang air, dan penerapan Building Information Modeling (BIM) untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya serta mengurangi jejak karbon. Sejumlah bangunan PTPP juga telah mendapatkan sertifikasi "Green Building" dari Green Building Council Indonesia (GBCI), dengan beberapa meraih predikat Platinum dan Gold, seperti IT Mandiri Bumi Slipi Tower, BRI Tower, dan Grand Kamala Lagoon. PTPP sendiri merupakan salah satu pendiri GBCI.
Di sektor energi ramah lingkungan, PTPP saat ini tengah menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Batam berkapasitas 120 MW milik PT PLN Batam di Kabil Industrial Estate, Batam. Proyek ini disebut sebagai langkah strategis PTPP dalam memperkuat kehadirannya di sektor energi yang efisien, andal, dan ramah lingkungan. Dalam proyek ini, PTPP memegang 80 persen saham dalam skema kerja sama operasi.
Selain itu, PTPP juga menjadi yang pertama di Indonesia dalam menerapkan teknologi Building Integrated Photovoltaic (BIPV) pada Gedung Bank Indonesia di IKN. Teknologi BIPV ini memanfaatkan atap kaca sebagai panel surya sekaligus lapisan isolasi termal, yang secara signifikan dapat menekan konsumsi energi dan emisi karbon. Dalam lingkup tanggung jawab sosial perusahaan, PTPP bersama 22 BUMN lainnya juga membangun pembangkit listrik tenaga surya dan sistem penjernihan air reverse osmosis di Pondok Pesantren Darussalam Al Gontory, Batam, untuk menyediakan akses listrik dan air bersih yang berkelanjutan. PTPP juga terlibat dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya Selong berkapasitas 7 MWp yang menghasilkan energi bersih untuk ribuan rumah tangga.
PTPP tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga aktif berkolaborasi dengan startup teknologi konstruksi dan universitas nasional untuk mengembangkan riset terkait efisiensi energi, manajemen bangunan cerdas, dan teknologi ramah lingkungan. Perusahaan juga telah meluncurkan Greenv PPlatform, sebuah sistem berbasis teknologi digital yang dirancang untuk mendukung efisiensi energi, pengelolaan sumber daya berkelanjutan, dan pemantauan emisi karbon dalam proyek konstruksi. Komitmen terhadap keberlanjutan ini telah mengantarkan PTPP meraih berbagai penghargaan, termasuk Penghargaan Utama Kategori Keberlanjutan Sektor Infrastruktur melalui inovasi Greenv PPlatform di IDX Channel Anugerah Inovasi Indonesia 2025 serta penghargaan ESG Appreciation 2025 untuk kategori Inovasi Sosial. Joko Raharjo, Corporate Secretary PTPP, menegaskan bahwa transformasi hijau bukan lagi pilihan, melainkan suatu keharusan untuk memastikan setiap pembangunan memberikan manfaat jangka panjang bagi ekonomi, lingkungan, dan generasi mendatang.